Anak-anak Tak Boleh Konsumsi Mentega, Benarkah?

Ayo Hidup Sehat di tvOne bahas fakta menarik seputar margarin dan mentega
Sumber :
  • vidio.com

VIVA – Di pagi hari yang sibuk, biasanya setangkup roti dengan olesan margarin atau butter menjadi pilihan praktis.

Mentega dan margarin sering disalah artikan sebagai produk yang sama. Padahal kedua produk makanan ini sama sekali berbeda. 

Mentega atau butter biasanya berwarna lebih pucat dan putih, memiliki rasa tawar atau asin dan mudah sekali meleleh dalam suhu ruang.

Sedangkan margarin memiliki cita rasa asin, berwarna kuning keemasan dan biasa digunakan untuk bahan masakan seperti cake, biskuit karena bisa membuat tekstur makanan tersebut menjadi lebih sempurna.

Meski memiliki keunggulan masing, masing, namun di antara kedua jenis olesan ini, manakah yang lebih sehat?

Dr Jualita spesialis gizi klinis mengungkapkan bahwa kedua produk ini memiliki bahan baku yang berbeda.

"Margarin itu sumbernya minyak nabati, kalau mentega dari berasal dari hewani atau biasanya produk susu," ujarnya dalam takshow AYO HIDUP SEHAT tvOne Senin 29 Januari 2018.

Lebih lanjut Jualita memberikan pemahaman soal mitos dan fakta yang berkembang.

1. Margarin memiliki kadar lemak jenuh lebih rendah

"Ini mitos, meskipun sumbernya nabati yaitu dari minyak zaitun, kanola atau bahkan sawit, margarin mengalami proses hidrogenasi agar bentuknya seperti yang kita temui saat ini, agar mudah dioles. Dalam proses itu justru membuat munculnya lemak trans. Itu lemak jahat yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat, sehingga dilarang  ada dalam produk makanan. Itu biasanya ditulis dalam kemasan kadarnya," ujarnya.

2. Anak-anak tak boleh konsumsi mentega

"Itu mitos, pada usia tertentu (0-24 bulan) anak-anak tak boleh dibatasi asupan lemaknya, karena tubuh sedang butuh-butuhnya. Beberapa ahli gizi malah menyarankan para ibu yang punya balita agar memberikan tambahan mentega atau butter saat mengolah masakan untuk bayinya," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa margarin dan mentega itu tentang asupan lemak, sehingga ada takarannya sesuai kebutuhan.

"Dalam tubuh perhari sebaiknya 20 persen angka kebutuhan kalori. Dari American Heart asosiasion, sebaiknya kadar lemak baik dikonsumsi dianjurkan dikonsumsi dalam bentuk liquid," ujarnya.

3. Untuk diet lebih baik konsumsi mentega

Bisa Bantu Kurangi Risiko COVID-19, Ini 3 Cara Dapatkan Vitamin D

"Mitos. Dua-duanya memiliki kadar yang sama, jadi sebaiknya perhatikan sesuai angka kebutuhannya," ujarnya.

Jualita menyebutkan bahwa konsumsi ideal untuk men jaga berat badan adalah 2 sendok teh sehari (takaran mentega dan margarin sama). Namun dengan catatan itu adalah batas kebutuhan tubuh maksimal.

Puasa Berdampak pada Pencegahan Kanker?

"Hati-hati dengan produk turunannya seperti cake, atau biskuit. Konsumsi produk turunan seperti itu, termasuk dalam kadar 2 sendok perhari."

Ilustrasi rambut rontok.

VIDEO: Diet Sebabkan Kulit Kusam dan Rambut Rontok, Ini Penjelasannya

Diet yang benar adalah diet yang seimbang mulai dari gizi dan kandungan nutrisinya. Diet bisa sebabkan rambut rontok.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2021