Dokter Sebut Vaksin COVID-19 Aman Meski Ada Efek Samping

Ilustrasi vaksin COVID-19
Sumber :
  • Pixabay/Elchinator

VIVA – Divisi Alergi Imunology Klinik, Dept. Ilmu Penyakit Dalam RSCM/FKUI Dr. Suzy Maria sp.PD. K-AI menilai, vaksinasi COVID-19 perlu dilakukan guna mengendalikam pandemi COVID-19. Terlebih, kasus baru COVID-19 di Indonesia setiap harinya terus bertambah.

"Perlu enggak kita divaksin COVID-19? Tentu kan kita ingin mengendalikan pandemi ini, kita ingin memutus mata rantai penularan penyakit. Jadi kalau kita sudah divaksin, kita punya kekebalan, kita terlindung dari penyakit dan kita juga tidak akan menularkan penyakit kepada orang lain," ujar Suzy melalui webinar 'Vaksin atau Tidak', Minggu, 31 Januari 2021.

Ia menilai, vaksinasi COVID-19 dapat mengurangi kemungkinan seseorang terinfeksi COVID-19. Meskipun masih ada kemungkinan seseorang terinfeksi virus tersebut pasca vaksinasi, namun tetap ada perbedaan antara yang sudah divaksinasi dan belum divaksinasi.

"Andaikan nanti ternyata sudah divaksin kemudian sakit, tetap terinfeksi COVID-19, setidaknya itu akan mencegah dari penyakit COVID yang berat," sambungnya.

Suzy juga menekankan bahwa vaksin COVID-19 aman sebab vaksin telah teruji secara klinis.

"Perlu diketahui juga vaksin itu vaksin COVID-19 tidak akan menyebabkan terjadi penyakit COVID-19 karena vaksinnya sendiri tidak menyebabkan penyakit," ujar dr. Suzy melalui webinar 'Vaksin atau Tidak', Minggu, 31 Januari 2021.

Meskipun begitu, vaksinasi COVID-19 memang menyebabkan efek samping namun bukan yang berat. Beberapa contoh efek sampingnya seperti pegal-pegal, mengantuk atau merah di bagian lengan yang disuntik. Efek samping tersebut terjadi karena tubuh merespons vaksin dan membentuk kekebalan tubuh.

"Tentunya perlu diketahui bahwa semua produk medis punya efek samping. Kalau ada efeknya pasti ada efek sampingnya. Jadi efek samping itu bukan sesuatu yang harus ditakuti, yang harus dikhawatirkan, untuk sebagian besar orang yang mengalami efek samping itu efek sampingnya enggak serius," tutur Suzy.

PM Singapura Lee Hsien Loong Mundur dari Jabatan, Ini Sosok Penggantinya

Ia mengakui memang belum diketahui apakah ada atau tidak efek jangka panjang dari vaksinasi COVID-19. Alasannya, vaksin COVID-19 baru ditemukan dan digunakan beberapa bulan ini.

Walaupun demikian, kata Suzy, orang-orang yang divaksinasi juga akan dimonitor oleh tim khusus untuk memastikan tak ada efek samping jangka panjang akibat vaksinasi COVID-19. Sehingga masyarakat diminta tak perlu khawatir dengan hal tersebut.

Salat Id di Masjid Agung Al-Azhar, JK Ngaku Senang Lebaran Kali Ini Ramai

"Tentunya kan sampai vaksin ini sudah digunakan di masyarakat itu kan tetap dimonitor mengenai keamanannya. Nanti misalnya ada isu-isu, dilaporkan efek sampingnya gini, itu akan dinilai oleh tim khusus bener enggak efek samping tersebut memang terkait vaksin COVID-19 ini," lanjutnya.

Namun ia menilai, mendapat vaksinasi akan lebih baik dibandingkan tidak. Sebab, dengan vaksinasi maka dapat menurunkan kemungkinan seseorang terinfeksi COVID-19 serta mengurangi penularan COVID-19. Sehingga diharapkan penyebaran COVID-19 dapat lebih terkontrol dan pandemi COVID-19 bisa segera berlalu.

2 Keuntungan Bisa Didapat Konsumen dari Konsep Ini
Suntik vaksin

WHO: Imunisasi Global Menyelamatkan 154 Juta Jiwa Selama 50 Tahun Terakhir

Vaksin merupakan salah satu penemuan yang paling ampuh dalam mencegah sebuah penyakit yang selama ini ditakuti. Dan imunisasi global juga telah menyelamatkan154 juta jiwa

img_title
VIVA.co.id
25 April 2024