Gaungkan Gaya Hidup Sehat dengan Air Bersih Bervitamin

Ilustrasi wanita mandi.
Ilustrasi wanita mandi.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Kebersihan menjadi kunci utama kesehatan. Meski begitu, sampai hari ini tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menggunakan air dengan kualitas yang buruk/tercemar untuk keperluan sehari-hari terutama di perkotaan.

Sepuluh dari 34 provinsi di Indonesia memiliki indeks kualitas air buruk. Hal itu disebabkan oleh berbagai kontaminasi. Di Pulau Jawa misalnya, hanya memiliki ketersediaan air 5.9% untuk mencukupi populasi 56.5%.

Umumnya, masyarakat hanya memperhatikan kualitas air bersih hanya ketika untuk diminum, namun tidak memperhatikan kualitas dan kebersihan air yang dipakai untuk mandi.

Padahal, air yang tercemar dengan polusi dan kimia akan menimbulkan banyak permasalahan kulit juga menimbulkan penyakit kulit. Hal tersebut sebetulnya dapat teratasi dengan cara yang mudah yaitu meningkatkan kualitas kebersihan air.

Permasalahan seperti seperti kulit kering, bersisik, penuaan dini, alergi, atopy, gatal-gatal, ruam dan perubahan warna kulit banyak yang disebabkan oleh buruknya kualitas air yang digunakan sehingga banyak sekali zat berbahaya yang terserap oleh kulit dan menimbulkan masalah tersebut.

Dari 273 juta penduduk Indonesia, baru sekitar 20% warga yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan dampaknya terhadap kesehatan. Meskipun di tengah pandemi COVID-19, kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan cenderung meningkat.

Data dari SurveySensum dan Mobile Marketing Association (MMA) menyebutkan bahwa terdapat perubahan perilaku gaya hidup yang lebih fokus terhadap kebersihan dan kesehatan yang signifikan.