Indonesia Tak Termasuk Negara dengan KLB Zika

Ilustrasi nyamuk penyebar virus Zika.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Wabah virus Zika, diketahui sudah merambah sedikitnya ke 46 negara yang mengalaminya. Namun, Indonesia diklaim tidak termasuk ke dalam 46 negara yang mengalami outbreak, atau kejadian luar biasa (KLB) virus Zika.

Virus Zika, Berbahaya Tapi Bisa Dicegah

Tidak hanya itu, ditambahkan juga bahwa Indonesia tidak termasuk pada 14 negara dengan transmisi virus Zika.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, dr. H. Mohammad Subuh, MPPM, dalam rilisnya yang diterima redaksi.

Mikrosefalus Tidak Selalu Disebabkan Virus Zika

Penegasan ini sesuai dengan data WHO tentang transmisi Zika di dunia yaitu, sebanyak 46 negara mengalami outbreak pertama kasus virus Zika sejak 2015. WHO juga menyebutkan sebanyak 14 negara telah melaporkan bukti adanya penularan virus Zika antara tahun 2007 dan 2014, dengan transmisi lanjutan.

Tercatat juga oleh WHO bahwa terdapat empat negara melaporkan bukti penularan virus Zika tanpa transmisi berkelanjutan yakni, Kepulauan Islands, Polinesia Perancis, Chile, dan YAP (Negara Federasi Micronesia).

Membedakan Gejala Virus Zika dengan Demam Berdarah

Namun, kabar baiknya, yaitu sepanjang minggu kedua hingga 15 juni 2016, tidak lagi ada negara baru yang melaporkan transmisi penularan virus Zika dari vektor nyamuk, atau transmisi orang (seksual).

Sebelumnya diketahui, virus Zika pertama kali diidentifikasi pada tahun 1947, dari air liur monyet di Uganda melalui monitoring demam kuning. Penularannya sendiri dapat melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan melalui hubungan seks.

Komplikasi yang tercatat pada 2015, yaitu di mana sistem kekebalan tubuh lemah, karena serangan saraf, yang kemudian dapat menyebabkan kelemahan pada otot, serta kelumpuhan pada si penderita. (asp)

Nyamuk Aedes aegypti di laboratorium Oxitec di Campinas, Brasil, 2 Februari 2016.

Thailand Umumkan Kelahiran Bayi Mikrosephalus karena Zika

Ini menjadi kasus mikrosephalus pertama di Asia Tenggara.

img_title
VIVA.co.id
30 September 2016