Orang Gemuk Lebih Berisiko Terkena Osteoartritis

wanita Obesitas liburan
Sumber :
  • pixabay/faniadimas

VIVA.co.id – Osteoartritis adalah salah kondisi yang menyebabkan sendi terasa nyeri, kaku dan bengkak. Kondisi tersebut  ternyata tak hanya menimpa mereka yang telah berusia lanjut, namun seseorang yang memiliki badan gemuk ternyata lebih berisiko terkena osteoartritis.

Deretan Vitamin untuk Atasi Nyeri Sendi

Dokter spesialis orthopedi Siloam Hospital TB Simatupang dr Dwi Purnomo Setyo Budi SpOT, mengatakan bahwa gejala klinis yang mungkin terjadi pada penderita osteoartritis antara lain, nyeri saat beraktivitas, pembengkakan, kaku, gangguan pergerakan, sendi bengkok seperti huruf O atau X. Selain itu, nyeri biasanya datang malam hari atau saat bangun pagi susah berdiri karena sendiri lututnya nyeri dan kaku.

"Osteoartritis kebanyakan dialami para lansia usia 65 tahun ke atas. Namun, tidak semua lansia kena penyakit ini, tergantung gaya hidupnya,”demikian ungkap Dwi dalam rilis yang diterima VIVA.co.id, Minggu 3 September 2017. 

dr Zaidul Akbar: Jenis Kaldu ini Atasi Nyeri Sendi hingga Usus Bocor

Dwi juga mengungkapkan, nyeri sendi yang paling sering dikeluhkan itu menyerang sendi lutut dan panggul karena merupakan sendi penyangga tubuh. 

Untuk mengurangi faktor risiko, lanjut Dwi, pasien yang gemuk harus menurunkan berat badannya. Ini untuk mengurangi beban penyangga badan, lutut dan panggul.

Dua Resep Ramuan Herbal Atasi Nyeri Akibat Rematik

"Penderita nyeri sendi juga dilarang melakukan olahraga high impact seperti hindari loncat dan lari. Olahraga yang baik dilakukan bagi penderita nyeri sendi adalah renang dan bersepeda," kata dia.

Selain Dwi, Pakar Ortopedi RS Siloam TB Simatupang Dokter M Sada Baskara memberikan tips untuk mengonsumsi buah sirsak yang memiliki kandungan baik bagi kondisi osteoartritis.

"Minum jus sirsak tiap pagi sangat baik untuk penderita osteoartritis. Penderita osteroartritis juga sebaiknya tak minum  kopi dan makanan yang gurih atau asin karena bisa membuat  sendi lembap dan akhirnya nyeri,” ujarnya.

Ilustrasi nyeri sendi.

Sudah Masuk Usia 40 Tahun, Waspada Nyeri Sendi

Menurut dokter spesialis ortopedi, dr. M. Adib Khumaidi, SpOT, nyeri sendi tidak hanya dipengaruhi oleh usia.

img_title
VIVA.co.id
6 Oktober 2021