Begini Cara Mengenali Ikan Asin Berformalin

AYO HIDUP SEHAT tvOne Senin 8 Januari 2018
Sumber :
  • tvOne

VIVA – Ikan asin salah satu kuliner yang digandrungi berbagai lapisan masyarakat. Namun bukan rahasia umum jika lauk makan yang satu ini memiliki banyak risiko buruk bagi kesehatan.

img_title Waspada! BBPOM Jakarta Temukan Takjil Berformalin dan Rhodamin B di Pasar Ramadan

Tak hanya darah tinggi, konsumsi ikan asin juga dikaitkan dengan zat karsinogen yang memicu kanker. Selain potensi penyakit, konsumsi ikan asin juga terkait dengan paparan formalin dan pengawet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spesialis gizi klinik Dr. Juwalita Surapsari, SpGK, M.Gizi mengungkapkan bahwa Sebuah penelitian terkait ikan asin menyebutkan, tidak sedikit oknum yang menambahkan formalin dan pengawet saat produksi, agar tampilannya menarik.

img_title Awas! Takjil Berbahaya Beredar di Sentra Penjualan, BPOM Temukan Formalin, Rhodamin, dan Boraks

"Tak hanya garam yang tinggi, karena ini jenis olahan karena itu, ada ikan asin juga ditambahkan bahan lain agar awet. Misalnya formalin dan, pengawet. Ini yang harus diwaspadai," ujarnya saat menjadi nara sumber tvOne pada program AYO HIDUP SEHAT, Senin, 8 januari 2017.

Bagaimana cara mengenali ikan asin yang berformalin? Untuk mengenalinya, Juwalita memberikan tips.

img_title Waspada! BPOM Temukan Mie Kuning Basah Berformalin di Pasar Depok

"Ikan asin yang berpengawet dan formalin, saat mentah kelihatan warnanya putih cerah. Sementara yang tidak berformalin, warnanya tidak akan homogen dan terdapat kehitaman pada sisi-sisinya sehingga tampilannya kurang bagus," ungkapnya

lalu yang kedua, bau yang dikeluarkan ikan asin berformalin tidak menyengat seperti ikan asin yang tak berformalin. Kemudian yang ketiga, jika dijual di pasar, ikan tersebut tak dihinggapi lalat, bisa diwaspadai ikan tersebut berformalin.

Agar lebih sehat dikonsumsi, Juwalita mengungkapkan bahwa proses pencucian sangat memengaruhi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebaiknya direndam minimal 1 jam, akhirnya air bekas cuciannya diganti hingga 2 kali. Meski tidak hilang sepenuhnya, minimal dengan itu formalinnya sedikit berkurang, karena sifat formalin itu larut dalam air."

Dirreskrimsus Polda Jawa Barat, Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono (tengah)

Astaga! Mie Berformalin Diproduksi di Bekas Kandang Ayam, Sudah Beredar 9 Bulan

Polda Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) membongkar praktik produksi mie basah yang diawetkan menggunakan formalin dan boraks.

img_title
VIVA.co.id
19 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut