Bercak Kemerahan, Ini Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi anak
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Wabah campak telah merenggut nyawa puluhan anak Suku Asmat di Papua. Sementara 367 dilaporkan terpapar penyakit campak dan sebagian lainnya harus melakukan rawat jalan.

Pasca KLB Campak, Jokowi Akan Kunjungi Asmat

Campak memang masih menjadi penyakit yang diwaspadai di Indonesia meski imunisasi campak sudah lama digalakkan oleh pemerintah. Menurut data WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia, setiap tahun melalui kegiatan surveilans dilaporkan lebih dari 11.000 kasus suspect campak, dan hasil konfirmasi laboratorium menunjukkan 12-39 persen di antaranya adalah campak pasti (lab confirm).

WHO mengatakan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejalanya meliputi demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai batuk dan/atau pilek, mata merah (konjugtivitis).

Cegah Campak dan Gizi Buruk, Warga Asmat Di-sweeping

Dilansir dari laman Kids Health, bercak kemerahan bisa timbul 3-5 hari setelah gejala dimulai, dan bisa berbarengan dengan demam tinggi hingga 40 derajat celsius. Bercak kemerahan atau merah kecokelatan biasanya pertama kali muncul sebagai titik merah di atas di dahi. Kemudian menyebar ke seluruh wajah, hingga leher, badan, tangan, dan kaki. Demam dan bercak ini akan menghilang perlahan setelah beberapa hari.

Penyakit ini akan sangat berbahaya bila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, meningitis, bahkan bisa menyebabkan kematian. Setiap orang yang belum pernah divaksinasi campak, atau sudah divaksinasi tapi belum mendapatkan kekebalan, berisiko tinggi tertular campak dan komplikasinya, termasuk kematian.

Begini Kondisi Terbaru Warga Suku Asmat Papua

Campak menyebar ketika seseorang bernapas atau kontak langsung dengan cairan yang terinfeksi virusnya, seperti droplet yang terbang ke udara saat seseorang dengan campak bersin atau batuk. Orang yang terpapar virus ini kemungkinan tidak akan menunjukkan gejala hingga 8-10 hari kemudian.

"Tidak ada perawatan medis spesifik untuk campak. Untuk membantu menangani gejalanya, yang biasanya berlangsung sekitar 2 minggu, berikan anak Anda banyak cairan dan minta banyak beristirahat. Jika demam membuat anak Anda tidak nyaman, Anda bisa memberinya obat demam nonaspirin, seperti acetaminophen atau ibuprofen," tulis laman Kids Health.

Ilustrasi anak campak

WHO Sebut Campak Akan Jadi Ancaman Berbahaya Secara Global

Di Indonesia sendiri, polio kembali muncul di Aceh. Sementara itu, dunia pun sedang dalam ancaman penyakit campak akhir-akhir ini.

img_title
VIVA.co.id
8 Desember 2022