Pokemon Go, Cara Unik Dongkrak Pariwisata

Pokemon di Selandia Baru
Sumber :
  • Dok. Tourism New Zealand

VIVA.co.id – Ledakan bom mengguncang sebuah kawasan wisata di Thailand, Hua Hin, 12 Agustus 2016. Ledakan tersebut menewaskan empat orang dan menyebabkan 20 lainnya luka-luka dengan korban didominasi turis asing.

Ini bukan kali pertama Negeri Gajah Putih mendapat serangan teror bom. Sebelumnya, bom juga meledak di kuil Erawan Shrine yang merupakan salah satu destinasi favorit di Kota Bangkok.

Larangan untuk berkunjung ke Thailand pun dikeluarkan oleh sejumlah negara di dunia dengan alasan keamanan. Kondisi tersebut mau tak mau berimbas pada pariwisata setempat.

Pemerintah memutar otak. Mencari solusi cepat demi mencegah semakin terpuruknya sektor andalan mereka.

Ide untuk menggandeng developer atau pengembang game Pokemon Go akhirnya tercetus. Game yang tengah mewabah di dunia itu diharapkan bisa menyelamatkan pariwisata Thailand.

Dilansir laman Time, Bangkok Post melaporkan bahwa pemerintah Thailand akan berkolaborasi dengan pengembang Pokemon Go, Niantic. Rencananya mereka akan menempatkan Pokemon Gyms dan PokeStops di sejumlah destinasi wisata populer di Thailand.

Menurut laporan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand telah meminta bantuan perusahaan komunikasi lokal True Corporation untuk memuluskan rencana ini. True disebut-sebut sudah menyepakati kerja sama dengan Niantic.

"Kementerian akan membuat peta infografik dan panduan untuk pemburu Pokemon yang berisi lokasi, tips, dan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan turis," ujar Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kobkarn Wattanavrangkul.

Thailand bukan satu-satunya negara yang menggantungkan harapan pada Pokemon Go untuk menyelamatkan pariwisata mereka. Dilansir laman BBC, sebanyak empat prefektur di Jepang, yakni Iwate, Miyagi, Fukushima, dan Kumamoto yang terletak di sebelah selatan Negeri Sakura melakukan hal serupa.

Pariwisata di empat prefektur ini mengalami kelesuan semenjak gempa bumi dan tsunami memporak-porandakan kawasan tersebut pada 2011. Selain itu, dua gempa besar yang terjadi pada April 2016 semakin mengurungkan minat turis untuk berkunjung.

Dengan adanya Pokemon Go, pejabat setempat berharap pariwisata mereka kembali bergairah. Salah satunya dengan memperbanyak Pokemon Gyms dan PokeStops di empat prefektur itu.

Meski demikian, tak semua wilayah di Jepang terbuka bagi trainers atau para pemburu Pokemon. Larangan keras diberlakukan di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima. Larangan ini dikeluarkan setelah salah satu karakter Pokemon ditemukan di sana.

Selain itu, Pemerintah Kota Hiroshima  juga melarang pemburu Pokemon di Taman Perdamaian Hiroshima. Hal ini karena pemburu Pokemon akan mengganggu ketenangan area yang dianggap suci tersebut.

Menangkap peluang

Kehadiran Pokemon Go tak hanya dimanfaatkan oleh negara-negara yang memiliki problem pariwisata saja. Negara yang selama ini sudah memiliki basis pariwisata yang kuat juga melihat peluang besar dari game Pokemon Go.

Fakta Seru 7 Pemain Indonesia Bertanding di Pokemon World Championship

Sebut saja Selandia Baru. Tak tanggung-tanggung, negara ini merilis lokasi-lokasi wisata dengan menyebutkan detail jenis karakter Pokemon yang bisa ditemukan di kawasan tersebut.

Objek wisata itu antara lain lokasi syuting film The Lord of the Rings, Hobbiton. Kemudian ada pula Teluk Cathedral di Coromandel Peninsula, di mana ditemukan banyak karakter Pokemon langka.

5 Tipe Api Terbaik yang Bisa Ditemukan dan Ditangkap Pokemon GO

Selanjutnya adalah Abel Tasman National Park. Di lokasi dengan bentangan alam menakjubkan ini, pemburu bisa menemukan Pokemon Pidgeys, dan Pokemon. Bagi mereka yang ingin memburu Pokemon Geodude, Onix dan Rhyhorn bisa mengunjungi Taman Nasional Aoraki Mt Cook yang terletak di bagian tengah Pulau Utara.

Sementara Pokemon favorit, yakni Pikachu bisa ditemukan di Nugget Point, Pesisir Catlins. Nugget Point merupakan salah satu bentang alam khas di pesisir Otago.

Pokemon Go Bahasa Indonesia Dirilis, Bukan Alasan Lagi Tidak Ikutan 'Waktu Indonesia Nangkep'

Peluang mendatangkan lebih banyak turis dengan Pokemon Go juga ditangkap oleh Hong Kong. Harbour City baru-baru ini menjadi tujuan populer bagi trainers untuk berburu Pokemon bahkan sampai larut malam.

Untuk mengakomodasi dan menjamin keamanan dari para trainers, Harbour City memberikan bendera PokeStops, di mana tanda ini dapat membantu trainers untuk menghemat baterai mereka. Uniknya beberapa nama jenis Pokemon ternyata terinspirasi dari selebritas Hong Kong, seperti Jackie Chan dan Bruce Lee. Dua jenis Pokemon itu adalah Hitmonchan dan Hitmonlee.

Setelah Hong Kong dan Selandia Baru, giliran sebuah kota di Swiss memiliki ide unik untuk mempromosikan pariwisatanya dengan iming-iming Pokemon. Basel, kota yang terletak di barat laut Swiss ini merilis video berisi sekelompok orang yang mengenakan kostum Pikachu. Dalam video berdurasi satu menit 44 detik tersebut, mereka melempari dan mengejar orang-orang dengan Poke Ball .

Video tersebut sukses besar dan dalam waktu singkat menjadi viral di dunia maya. Hingga saat ini, video sudah mengantongi 93 juta views di Facebook. Video yang ditargetkan untuk anak muda tersebut memperlihatkan sejumlah kawasan wisata di Basel, seperti Old Town, sunga Rhine dan jembatannya.

Berburu Pokemon di kantin Balai Kota

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Di Ibu Kota Jakarta,  pemerintah provinsi setempat juga ternyata tak ketinggalan mempromosikan pariwisata lewat Pokemon Go. Facebook Unit Pengelola Teknis (UPT) Jakarta Smart City Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan DKI mengunggah, Balai Kota DKI dan Lapangan Monumen Nasional (Monas) adalah tempat di mana PokeStop dan Poke Gym, tempat untuk mencari barang dan memperebutkan lokasi kekuasaan para pemain Pokémon Go, banyak berada.

"Bagi Anda yang ingin berburu Pokemon, banyak PokeStop dan Poke Gym di antara kedua tempat wisata ini! Gotta catch 'em all!," tulis akun Jakarta Smart City, mengutip jargon permainan itu, Jumat, 15 Juli 2016.

Akun Jakarta Smart City menyebutkan, perburuan Pokémon di Balai Kota bisa dilakukan saat Wisata Balai Kota, setiap akhir pekan pada pukul 09.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Sementara, perburuan Pokémon di Monas bisa dilakukan setiap hari saat lapangan itu buka. "Kawasan Monas buka hingga pukul 24.00 di akhir pekan dan hari libur (pada hari biasa buka hingga pukul 22.00)," tulis Jakarta Smart City.

Tak hanya itu. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melalui akun Instagram @basuki_btp, juga mengajak mencari Pokemon di kantin Balai Kota DKI. Kantin yang terletak di Blok D Balai Kota DKI itu baru dibuka istrinya, Veronica Tan selaku ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan (PKK) DKI.

Ahok mempromosikan kantin itu. Dia menulis kantin dipastikan bersih. Makanan yang disajikan bebas bahan Monosodium Glutamat (MSG) dan harganya terjangkau.

Menurutnya, warga bisa mengunjungi kantin yang letaknya di samping Masjid Fatahillah itu sambil berburu Pokémon di Balai Kota. "Bisa mampir sambil cari Pokemon," tulis Ahok.

Sebelumnya, Ahok mendukung permainan yang dikembangkan Nintendo dan Niantic itu. Menurutnya, dengan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI dan Nintendo, permainan unik itu bisa membuat taman-taman dan tempat-tempat wisata di Jakarta menjadi lebih ramai dikunjungi warga Jakarta.

"Dia bisa taruh banyak (Pokémon) posisinya di taman-taman," ujar Ahok, Kamis, 14 Juli 2016. (ms)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya