Efek Kardashian dan Tanam Benang

Kylie Jenner
Kylie Jenner
Sumber :
  • REUTERS/Andrew Kelly

Sebut saja Jennifer Pamplona. Model catwalk untuk Versace ini terobsesi memiliki bokong besar seperti Kim Kardashian. Dana sebesar Rp2,5 miliar, ia keluarkan untuk melakukan suntik filler demi mirip sang idola. "Saya jatuh cinta dengan operasi plastik sejak lama, tapi setelah melihat Kim Kardashian, saya ingin terlihat dan memiliki lekuk seperti dia," katanya seperti dilansir laman Daily Mail.

Hal lain yang cukup mengejutkan adalah, obsesi mirip Kardashian tak hanya melanda kaum perempuan, melainkan juga para pria. Seorang make-up artist asal Inggris, Jordan James Parke, mengeluarkan uang hingga Rp2 miliar untuk operasi plastik agar mirip Kim Kardashian.

Sederet tindakan ia lakukan, mulai dari botoks, proses rekayasa rambut, tato alis permanen, mengisi bibir, dan pipi dengan cairan medis, serta banyak operasi bedah lainnya. 

Tren Tanam Benang

Tak jauh berbeda dengan di Amerika Serikat (AS), sesungguhnya operasi plastik atau bedah plastik di Indonesia sudah mulai diperkenalkan sejak akhir tahun 1950-an.  Adalah Prof. Dr. dr. Moenadjat Wiratmadja yang merintis bedah plastik di Tanah Air. Ia merupakan ahli bedah dari FKUI pada 1958.

Dilansir dari laman Bedahplastik-fkui.com, saat pulang dari menempuh pendidikan bedah plastik di Amerika Serikat, Moenadjat mulai mengkhususkan diri memberikan pelayanan dan pendidikan bedah plastik pada mahasiswa serta asisten bedah pada 1959. 

Kemudian pada tahun 1970-an, muncul nama Dr. Djohansjah Marzoeki, dr., SpBP(K). Ia adalah perintis yang membangun dan mengembangkan bedan plastik di Surabaya serta di Indonesia. Pada tahun 1975, Djohansjah menempuh pendidikan di Groningen Belanda. 

Seperti dilansir dari laman Unair.ac.id, selain menuntut ilmu di sana, ia ternyata mengikuti sejumlah kursus microsurgery, kongres dan kursus internasional di Glasgow Scotland. Setelah itu, Djohansjah kembali ke Indonesia dan mulai merintis serta mengembangkan bedah plastik di Surabaya agar lebih dikenal dalam dunia pendidikan di Kota Pahlawan tersebut dengan operasi-operasi kosmetik.