- Dok. Facebook Indonesia
"Kami telah memiliki perangkat ini di bagian Pengaturan Privasi, dan kini kami akan meletakkan perangkat ini di bagian atas News Feed untuk memastikan agar mudah dilihat oleh setiap orang,"Â ujarnya.
Facebook telah mengakui, aplikasi kuis yang dibuat seorang mahasiswa itulah awalnya data pribadi pengguna bisa terekam, selain pemberian data pribadi saat membuka akun. Pembuat kuis berhasil mendapatkan data dan lalu menyalahgunakan data tersebut.
Kuis lucu-lucuan ini memang menjadi salah satu daya tarik Facebook yang membuat penggunanya betah. Mungkin itu pula yang membuat Komarudin, Sabiq dan Indah menjadi tak peduli pada isu pencurian data.
Di Facebook, pengguna bisa saling berbalas komen, menyapa, mengucapkan selamat, berbagi kabar hingga berdagang. Tak hanya itu mereka juga bisa menyatakan sikap politik atau sekadar menulis hal-hal ringan, bermain kuis lucu-lucuan, tes bakat dan profesi, zodiak, hingga perkiraan wajah Anda saat menua. Kepuasan dan kebahagiaan kecil yang didapat melalui media sosial itu membuat publik abai pada terlanggarnya data privasi. (mus)
Baca Juga: