- Dok. Facebook Indonesia
Di sisi lain, Nukman bisa memaklumi pengelolaan data Facebook yang diberikan pada pihak ketiga. Karena memang itulah cara Facebook dan media sosial lain menghidupi diri. "Mereka hidup dari kita, kalau ngga Facebook mati. Wong kita ga bayar apa-apa kok ke Facebook," ujarnya.
Nukman meminta pemerintah untuk bersikap tegas kepada Facebook, juga Twitter, agar kasus yang dilakukan oleh Cambridge Analitica tak terulang. Mereka harus bisa menjaga supaya platform media sosial tak bisa digunakan seperti CA. "Facebook memang sudah meminta maaf dan mengaku sudah kapok. Tapi kita kan tidak tahu, kapoknya seperti apa."
Facebook Indonesia Tutup Mulut
Facebook Indonesia menolak berkomentar saat dikonfirmasi terkait kasus CA. Putri Dewanti dari Facebook Indonesia hanya meminta VIVA mengecek kembali apa yang disampaikan oleh Mark Zuckerberg soal kasus tersebut.
![]()
Di akun pribadinya, Mark Zuckerberg dengan jujur mengakui, Alexandr Kogan, seorang mahasiswa dari Cambridge University membuat aplikasi kuis kepribadian. Aplikasi ini lalu diinstal oleh sekitar 300.000 pengguna yang membagikan data pribadi mereka, dan beberapa data dari teman mereka.
"Tahun 2014, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan data dari aplikasi, maka Facebook mengubah kebijakan platform untuk membatasi data yang dapat diakses oleh aplikasi secara signifikan," demikian disampaikan Mark.
Di tahun 2015, Mark mengaku mendapat informasi dari jurnalis di The Guardian bahwa Kogan telah membagikan data dari aplikasinya kepada Cambridge Analytica. "Membagikan data orang lain tanpa persetujuan dari orang tersebut adalah suatu pelanggaran bagi kebijakan kami, sehingga kami memblok aplikasi Kogan dari platform kami, dan meminta Kogan serta Cambridge Analytica secara formal menyatakan bahwa mereka telah menghapus semua data yang diperoleh secara ilegal. Mereka telah menjamin hal tersebut," ujar Mark menambahkan.
"Minggu lalu, kami mendapatkan informasi dari The Guardian, The New York Times dan Channel 4 bahwa Cambridge Analytica tidak menghapus data seperti apa yang telah mereka sampaikan. Kami segera mengambil tindakan untuk memblokir mereka dari semua layanan kami," ujarnya menegaskan.
Mark berjanji akan memperbaiki kasus ini dan sekuat tenaga mencegah agar kasus yang sama tak terulang di masa mendatang. Facebook menjamin, beberapa bulan lagi mereka akan menampilkan sebuah perangkat yang diposiskan di bagian atas News Feed. Perangkat ini bisa menunjukkan aplikasi apa saja yang telah digunakan oleh pengguna Facebook dan dan memberikan cara yang lebih mudah untuk menghapus akses aplikasi terhadap data pengguna.