- ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Negara-negara di wilayah Pasifik Barat juga telah lama mengampanyekan hidup sehat. Sejak akhir 1980-an ketika Australia, Jepang dan Selandia Baru memulai proyek Kota Sehat, beberapa negara di wilayah Pasifik Barat juga bergabung dengan gerakan Kota Sehat. Negara-negara ini termasuk Kamboja, China, Laos, Malaysia, Mongolia, Filipina, Korea Selatan dan Vietnam. Negara-negara seperti Fiji dan Papua Nugini juga sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan proyek ini.
Germas, Demi Kesehatan Penghuni Negeri
Pada 15 November 2016 pemerintah meluncurkan Gerakan Masyarakat Sehat alias Germas. Gerakan ini diluncurkan secara serentak di 10 lokasi pada 15 November 2016. Germas sudah diinisiasi sejak 2013, dan dipertajam di tahun 2014. Untuk merealisasikan pelaksanaanya, pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Melalui Inpres tersebut presiden menginstruksikan pada seluruh Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, dan para Gubernur dan Bupati/Walikota untuk melaksanakan Germas.
![]()
Dari slide kampanye di berbagai media, pemerintah mendefiniskan Germas sebagai suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.Â
Menurut laman Kemenkes, Germas adalah proses di hulu, sedangkan proses di hilirnya adalah Jaminan Kesehatan Nasional. Proses di hulu adalah preventif, agar JKN di hilir tidak overload. Gerakan ini memiliki tujuan agar masyarakat berperilaku sehat.
Melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2017, Presiden secara rinci memberi tugas pada masing-masing kementerian. Kalimat pembuka pada Inpres tersebut juga jelas, untuk mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit.
Melalui Germas, pemerintah mengajak agar warga secara rutin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban.
Ketua Divisi Metabolik Endokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dr. Em Yunir, SpPD-KEMDÂ mengatakan, saat ini perlu dilakukan healhty lifestyle untuk menghindari penyakit metabolik yang semakin tinggi. "Olahraga teratur, makan sehat. Memperbanyak aktivitas fisik, 30 menit sehari, seminggu 150 menit. Jalan kaki 10. ribu langkah sehari, kurangi gula, garam, fast food, dan softdrink," ujarnya kepada VIVA