- REUTERS/DW/TAN
Bagi Savic Ali, mimpi enam agenda reformasi dan mimpi untuk membuat negara ini menjadi lebih baik adalah mimpi bersama. Penegakan hukum yang baik, good governance, dan mewujudkan agenda reformasi adalah sama dengan mewujudkan cita-cita para pendiri negara ini. "Yaitu tentang negara yang adil, makmur, dan sejahtera," ujarnya menjelaskan.
Perjuangan demokrasi dan tuntutan reformasi adalah tuntutan yang harus diperjuangkan bersama, bukan dibebankan kepada pihak lain. Bagi Savic Ali, tuntutan reformasi itu sekaligus tuntutan terhadap diri sendiri. Penegakan supremasi hukum dan sistem negara yang bersih adalah tanggung jawab banyak kalangan.Â
![]()
Melengkapi Savic Ali, Budiman Soedjatmiko yang kini menjadi aktivis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengakui proses reformasi terus akan berjalan, namun kini harus didefenisikan dalam konteks tantangan dunia baru. "Persoalan sekarang bukan lagi mana bagian dari cita-cita reformasi yang harus dicapai, tapi bagaimana mendefenisikan reformasi dalam konteks sekarang, saat ini. Di sini kita berbicara revolusi industri ke IV, demokrasi digital, peluang dan ancaman dari Artificial Inteligent dan robot pada dunia kerja, Universal Basic Income, dan bahkan isu Singularitas 2040," ujarnya.Â
Demokrasi memang bergerak sesuai zaman. Tuntutan reformasi 20 tahun lalu jelas tak usang, namun seperti yang disampaikan Budiman Soedjatmiko, bagaimana mendefinisikan reformasi dalam konteks sekarang. Sehingga reformasi tak lagi hanya sebagai jargon dari romantisme masa lalu, namun ia ikut bergerak melangkah mengikuti zaman. Dan mewujudkannya adalah tugas dan tanggung jawab bersama, melekat pada setiap warga negara. (mus)
Baca Juga