Siasat Hidup di Negeri Bencana

Kerusakan bangunan akibat gempa bumi di Lombok.
Kerusakan bangunan akibat gempa bumi di Lombok.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

VIVA –  Minggu malam, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WITA. Kumandang azan menunjukkan sudah memasuki waktu salat Isya. Warga sekitar Musala As Syuhada BLK di Jalan Imam Bonjol, Kota Denpasar, Bali, siap-siap berwudu untuk menjalani ibadah salat lima waktu tersebut.

Sang imam salat Isya, Syekh Arafat, juga sudah siap memimpin salat dengan sejumlah makmum di belakangnya. Salat berjalan seperti biasa hingga rakaat pertama selesai. Syekh Arafat kemudian berdiri dan memulai rakaat kedua dengan bacaan Alfatihah.

Belum usai imam membaca Alfatihah, tiba-tiba masjid terguncang. Guncangan mulai dirasakan para jemaah yang tengah menunaikan salat.

Jemaah awalnya berdiri seperti biasanya, sontak berhamburan meninggalkan shaf. Hanya beberapa saja yang tetap bertahan melanjutkan salat bersama Syekh Arafat. Sang imam dengan khusyuk tetap melanjutkan bacaan. Syekh Arafat sempat terdiam setelah bacaan Alfatihah sembari tangan kirinya menempel di dinding untuk menahan agar tidak terjatuh.

Ia pun melanjutkan bacaan surat Albaqarah (255) atau ayat Kursi. Saat memulai ayat, guncangan semakin hebat. Imam sampai mengulang permulaan ayat Kursi hingga empat kali. Jemaah yang tersisa segera merapatkan shaf yang kosong. Syekh Arafat akhirnya melanjutkan bacaan salat berjamaah hingga selesai.

Imam salat di Musola Asyuhada Denpasar saat terjadi gempa bumi.

Umat Islam di Denpasar tetap meneruskan salat meski diguncang gempa