- ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Dengan video berlatar poster besar Prabowo-Sandi, diketahui salah satu perempuan di acara itu menjadi pembaca kata per kata dari kalimat dukungan yang lalu diikuti beramai-ramai oleh kelompoknya. Mereka menyebut diri deklarasi ustazah peduli negeri yang tampaknya memiliki kesamaan visi dengan Pamer Bodi.
Jelang Pemilu 2019, tepatnya setelah dipastikan dua paslon akan bertarung di pilpres tahun depan, sasaran dan target pemilih secara eksplisit disampaikan para tim sukses pasangan calon. Salah satunya ceruk suara perempuan yang tak bisa dinafikan jumlahnya hampir sama dengan jumlah pemilih lelaki di daftar pemilih tetap alias DPT.
Beberapa waktu belakangan, mencuat pula istilah emak-emak yang gencar dibawa-bawa oleh pasangan Prabowo-Sandi dan timnya sebagai salah satu kaum yang dianggap paling krusial untuk diperjuangkan dalam proses kontestasi politik.
"Karena emak-emak ini jantungnya keluarga. Emak-emak punya kekuatan untuk mempengaruhi yang ada di keluarga. Seperti suaminya, anaknya dan juga keluarga lainnya," kata Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade yang juga bagian Timses Prabowo-Sandi kepada VIVA baru-baru ini.
Andre mengatakan, pihaknya sedang dalam persiapan memilih juru bicara khusus perempuan. Selain itu tengah dirancang pula program konkret yang bakal ditawarkan kepada kaum perempuan yang sering mereka sebut sebagai emak-emak tersebut. Menurutnya, isu ekonomi menjadi sangat penting karena kaum perempuan sangat erat kaitannya dengan penghidupan keluarga.
Diketahui Komisi Pemilihan Umum mencatat hingga kini ada 185.732.093 pemilih tetap. Dari jumlah tersebut, pemilih perempuan sedikit lebih tinggi angkanya dibandingkan kaum Adam. Perempuan tercatat 92.929.422 pemilih, sementara pemilih lelaki 92.802.671 orang.
Wasekjen Gerindra itu melanjutkan, mereka optimistis setidaknya akan meraup lebih dari 50 persen suara perempuan dari jumlah pemilih terdaftar. Hal itu bisa dilakukan dengan pendekatan gencar terhadap kaum perempuan. Sayangnya Andre belum bisa merincikan program-program konkret yang akan disampaikan. Meski dia kembali mencuatkan program OK OCE yang disebut bisa diterapkan dalam level skala nasional.
Ditemui di tempat berbeda, Ketua Bidang Advokasi Perempuan Partai Gerindra yang juga bagian Timses Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati mengatakan, faktor psikologis perempuan yang cepat sadar dalam hal kondisi ekonomi riil menjadi pertimbangan paslonnya menyasar kaum perempuan. Senada dengan Andre, dia menyebutkan kaum perempuan khususnya ibu ibarat jantung keluarga.