- ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Objek Elektoral
Di samping kaum perempuan yang mendukung maupun tidak, ada juga kalangan perempuan yang menilai bahwa wanita termasuk para ibu sebenarnya masih sekadar target bagi masing-masing tim sukses pasangan calon baik Prabowo Subianto-Sandiaga maupun Jokowi-Ma’ruf.
Ketua Badan Eksekutif Nasional Serikat Perempuan, Puspa Dewi mengatakan, tak bisa dipungkiri porsi perempuan yang melek politik dalam arti paham program pemerintah dan partai politik lebih sedikit dibandingkan kaum lelaki. Padahal jumlahnya sebagai pemilih hampir sama. Hal ini menjadi salah satu alasan kaum perempuan menjadi sasaran target suara.
Dia mengingatkan, sangat disayangkan kalau kaum perempuan sebenarnya hanya jadi objek suara. Oleh karena itu, sebenarnya tak ada hal yang berbeda dibanding Pemilu kecuali pada "kemasan" pendekatan.
"Kalau dilihat politik pencitraan itu memang masih dimainkan untuk mendapatkan simpati kaum perempuan tanpa kemudian menekankan perempuan pada substansinya. Kalau kita lihat fenomena sekarang ini misalnya dengan munculnya partai emak-emak ini, itu dilihat karena apa? Oh Sandi ganteng, muda, pengusaha sukses. Tapi kan tidak melihat apa sih sebenarnya agenda Sandi yang memang itu bisa membawa perubahan kepada perempuan? Apakah Sandi berani menjamin kalau dia terpilih maka keamanan dan kenyamanan perempuan di indonesia itu akan terjadi," kata Puspa.
Dia juga mengkritisi kondisi politik dan pemerintahan saat ini yang jumlah keterlibatan perempuannya masih minim. Namun penguasa saat ini juga tak membuktikan bisa mengantarkan perempuan untuk lebih terlibat termasuk soal keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen yang sulit dipenuhi di DPRD berbagai daerah di Tanah Air.
"Kita masih melihat itu, masih melihat perempuan ini hanya menjadi target elektoral semata. Maka kita berharap pendidikan politik terhadap perempuan, kesadaran perempuan yang harus diperjuangkan itu harusnya lebih besar kepentingannya. Kita berharap kepada semua kandidat, ketika melakukan pendekatan atau kampanye nanti bawalah isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan perempuan," katanya. (umi)
Baca Juga
Perempuan dalam Pusaran Politik