SOROT 517

Mengejar Suara Perempuan di Pemilu

Ilustrasi hak pilih perempuan dalam pemilu.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Objek Elektoral

img_title Kabur ke Malaysia Usai Diduga Bunuh Perempuan di Surabaya, Buron Ini Akhirnya Dipulangkan ke Indonesia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di samping kaum perempuan yang mendukung maupun tidak, ada juga kalangan perempuan yang menilai bahwa wanita termasuk para ibu sebenarnya masih sekadar target bagi masing-masing tim sukses pasangan calon baik Prabowo Subianto-Sandiaga maupun Jokowi-Ma’ruf.

img_title Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Kasus Wanita Tewas Terikat di Kos Jaktim

Ketua Badan Eksekutif Nasional Serikat Perempuan, Puspa Dewi mengatakan, tak bisa dipungkiri porsi perempuan yang melek politik dalam arti paham program pemerintah dan partai politik lebih sedikit dibandingkan kaum lelaki. Padahal jumlahnya sebagai pemilih hampir sama. Hal ini menjadi salah satu alasan kaum perempuan menjadi sasaran target suara.

Dia mengingatkan, sangat disayangkan kalau kaum perempuan sebenarnya hanya jadi objek suara. Oleh karena itu, sebenarnya tak ada hal yang berbeda dibanding Pemilu kecuali pada "kemasan" pendekatan.

img_title Perang Palestina dengan Israel, 50.000 Perempuan di Gaza Tewas Sejak 2023

"Kalau dilihat politik pencitraan itu memang masih dimainkan untuk mendapatkan simpati kaum perempuan tanpa kemudian menekankan perempuan pada substansinya. Kalau kita lihat fenomena sekarang ini misalnya dengan munculnya partai emak-emak ini, itu dilihat karena apa? Oh Sandi ganteng, muda, pengusaha sukses. Tapi kan tidak melihat apa sih sebenarnya agenda Sandi yang memang itu bisa membawa perubahan kepada perempuan? Apakah Sandi berani menjamin kalau dia terpilih maka keamanan dan kenyamanan perempuan di indonesia itu akan terjadi," kata Puspa.

Dia juga mengkritisi kondisi politik dan pemerintahan saat ini yang jumlah keterlibatan perempuannya masih minim. Namun penguasa saat ini juga tak membuktikan bisa mengantarkan perempuan untuk lebih terlibat termasuk soal keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen yang sulit dipenuhi di DPRD berbagai daerah di Tanah Air.

"Kita masih melihat itu, masih melihat perempuan ini hanya menjadi target elektoral semata. Maka kita berharap pendidikan politik terhadap perempuan, kesadaran perempuan yang harus diperjuangkan itu harusnya lebih besar kepentingannya. Kita berharap kepada semua kandidat, ketika melakukan pendekatan atau kampanye nanti bawalah isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan perempuan," katanya. (umi)

Baca Juga

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Membidik Suara Kaum Hawa

Perempuan dalam Pusaran Politik

Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak - Foto Dok Istimewa

Anak 5 Tahun Berkebutuhan Khusus Dilecehkan, ART-nya Video Call dengan Pria Pedofil

Dugaan pelecehan seksual terhadap anak perempuan berusia 5 tahun di Jakarta Timur menjadi sorotan setelah kasusnya viral di media sosial. Pelaku adalah ART.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut