- ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
"Prabowo sejak lama terus memperjuangkan keresahan emak-emak. Salah satu program yang bisa diterapkan adalah pembagian susu gratis kepada anak. Program itu diberi nama Revolusi Putih," kata Rahayu Saraswati yang kerap dipanggil Sara ini soal program mereka.
Kemenakan Prabowo itu melanjutkan, program itu sebenarnya sudah dilakukan kader Gerindra yang ada di sebagian daerah. Di DKI Jakarta kata dia, Sandiaga Uno juga sudah melakukannya.
![]()
Sandiaga Uno dikerubutin emak emak
Timses Jokowi-Ma’ruf tak mau ketinggalan. Kubu ini juga menyadari betapa besar potensi suara kaum perempuan untuk mengerek perolehan suara di pilpres nanti. Namun Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin dan Anggota Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq mengatakan, timnya tak akan menyempitkan pada istilah emak-emak saja. Mereka akan cenderung menggunakan terminologi kaum ibu dan kaum perempuan lantaran DPT mencerminkan keseluruhan kaum wanita baik usia tua, muda, ibu maupun wanita lajang dewasa hingga kaum milenial.
"Super Jokowi sendiri sebenarnya lintas partai itu menarik sekali karena Super Jokowi memperlihatkan hal berbeda dengan kelompok sebelah yang memakai istilah emak-emak. Kita ingin menempatkan perempuan sebagai subjek dari pembangunan. Mereka yang mempunyai kehidupan, kepentingan dan yang tahu persis tahu persoalan," kata Maman kepada VIVA beberapa waktu yang lalu.
Kaum perempuan dan kaum muda, menurut dia, sangat strategis dimenangkan hatinya. Khusus kaum ibu dan perempuan yang ditawarkan adalah penguatan UMKM dan industri-industri kreatif yang bisa dijadikan mata pencaharian sekaligus penggerak roda ekonomi. Artinya, mereka menempatkan perempuan sebagai subjek pelaku pembangunan meski tingkatannya kecil dan menengah.
"Jadi kami lebih mengabarkan tentang optimisme bahwa perempuan tidak gampang mengeluh, menyalahkan orang. Perempuan itu justru yang paling kuat bertahan dengan caranya," kata Politikus PKB ini.
Dia menambahkan, jika rival mereka menggunakan istilah “the power of emak-emak” maka kubu Jokowi-Ma’ruf akan menyebut “the power of ibu-ibu”.
Menanggapi pemilih kaum perempuan yang tengah disasar dua kubu, KPU membenarkan soal angka DPT pemilih perempuan dan lelaki yang memang tak terlalu besar selisihnya. Sementara untuk angka partisipasi para perempuan mendatangi bilik-bilik suara juga patut jadi perhatian. "Saya enggak hafal. Partisipasi kemarin bisa mencapai 74 persen. Cuma saya enggak tahu berapa banyak perempuan berapa banyak laki-laki," kata Ketua KPU, Arief Budiman.