- VIVA/Yandi Deslatama
![]()
Presiden Jokowi menghadiri perayaan Hari Ibu
Direktur Riset Lembaga Survei Polmark, Eko Bambang Subiantoro memahami mengapa kedua kubu saat ini memperebutkan suara emak-emak. Menurut dia, setelah kelompok milenial, maka kelompok emak-emak layak menjadi sasaran target elektoral. Sebab, selain jumlahnya sangat signifikan, perempuan berpotensi menjadi pemilih militan.Â
Perempuan dinilai sebagai pemilih yang mempunyai loyalitas, yang susah berubah kalau sudah menentukan pilihannya. "Bahkan seringkali perempuan ini pilihannya akan semakin menguat dan juga mempunyai solidaritas tinggi kalau ikut terlibat kampanye mereka itu. Karena kalau kita sudah bisa merebut hatinya itu, biasanya pemilih perempuan itu bisa jauh lebih militan dan mempunyai komitmen yang baik," ujar Eko.
Peran Politik Perempuan
Benarkah perhatian dua kandidat pada emak-emak atau kelompok perempuan adalah tanda mulai munculnya kepedulian pada peran politik perempuan, atau jangan-jangan keriuhan soal emak-emak muncul hanya memanfaatkan mereka guna mengerek dukungan.
Pada 23 Juni 2018, Komisi Pemilihan Umum mengadakan rapat pleno mengenai Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN) untuk Pemilu 2019. Menurut catatan KPU ada 186.379.878 pemilih dari dalam dan luar negeri. Untuk pemilih laki-laki dari dalam negeri, KPU mencatat ada 92.213.263 orang dan pemilih perempuan sebanyak 93.166.615 orang. Sedangkan dari luar negeri ada 666.160 pemilih laki-laki dan 615.437 pemilih perempuan. Jika ditotal, maka jumlah pemilih perempuan berjumlah 93,782,052 dan jumlah pemilih laki-laki berjumlah 92,879,423. Angka itu menunjukkan jumlah perempuan malah lebih banyak dibanding laki-laki.
Selain merujuk pada angka sebagai pemilih yang lebih tinggi dari pria, ternyata perempuan juga lebih semangat berpartisipasi dalam pemilihan ketimbang pria. Usai pemilihan Kepala Daerah 2018 yang digelar secara serentak di 171 daerah, Komisi Pemilihan Umum atau KPU mencatat tingginya partisipasi pemilih perempuan dalam Pilkada.Â
![]()
Rapat persiapan tahapan pendaftaran Pemlihan Umum
Menurut KPU, partisipasi publik untuk memberikan suaranya pada Pilkada Serentak 2018 mencapai 73,24 persen. Jumlah tersebut, dikatakan oleh Komisioner KPU Wahyu Setiawan, tergolong cukup tinggi, karena target KPU adalah 77,7 persen. Angka partisipan ini lebih tinggi dibanding partisipan pemilu tahun 2017.Â