- VIVA/Yandi Deslatama
Maman menambahkan, bahwa tim Jokowi menempatkan perempuan sebagai kelompok yang punya daya tahan kuat terhadap kekuatan ekonomi. "Kita lebih menempatkan perempuan itu menjadi subjek dari pelaku pembangunan. Mereka terlibat jadi pelaku ekonomi, walaupun tingkatnya dari yang kecil - menengah. Jadi kami lebih mengabarkan tentang optimisme bahwa perempuan tidak gampang mengeluh atau menyalahkan orang. Perempuan itu justru yang paling kuat bertahan dengan caranya," ujar Maman kepada VIVA.
Direktur Riset Polmark Indonesia Eko Bambang Subiantoro mengapresiasi kedua kubu paslon yang sekarang sedang memperebutkan suara emak-emak atau suara perempuan. Tapi menurutnya, isu perempuan bukan hanya soal kebutuhan rumah tangga, tapi juga terkait isu kesehatan, isu pendidikan, dan isu kesejahteraan.
Menurut Eko, dibanding pemilih laki-laki, pemilih perempuan lebih spesifik dalam menentukan pilihan. Iya juga meyakini, pemilih perempuan jauh lebih rasional dibandingkan pemilih laki-laki dalam menentukan pilihannya. "Memang yang diharapkan mereka bagaimana kita bisa mengurai problem-problem yang mereka hadapi sendiri, yang mereka hadapi sehari-hari, jangan sampai membebani segala macamnya," ujarnya.Â
Eko menyarankan, kedua calon menggarap serius pemilih perempuan. Sebab, menurutnya, pemilih perempuan punya potensi yang baik jika dikelola dengan baik. Pemilih perempuan juga dinilai Eko sebagai pemilih loyal. "Jika mampu merebut hatinya, biasanya pemilih perempuan jadi jauh lebih militan dan mempunyai komitmen yang baik," tutur Eko.Â
Suara perempuan kini memang sudah tak bisa dinafikan. Peningkatan kesadaran bahwa suara perempuan penting dan sangat layak didengar sudah menjadi agenda dari kedua timses. Kedua tim juga sudah memastikan bahwa mereka tak sekedar mendulang suara, tapi juga memperjuangkan kepentingan kelompok perempuan. Semoga kedua timses serius dengan ucapannya, sebab peran perempuan dalam politik terus meningkat secara signifikan.Â
Jika masih memandang sebelah mata pada emak-emak atau perempuan, mungkin mereka perlu mendengar ucapan mantan Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher, "Dalam politik, jika Anda ingin menyampaikan sesuatu, mintalah pada laki-laki. Tapi jika Anda ingin menyelesaikan sesuatu, mintalah pada perempuan." (mus)