SOROT 521

Misteri Tsunami Indonesia

Sebuah kursi berada diantara bangunan yang ambruk dampak gempa dan tsunami di kawasan Pantai Taipa, Palu Utara, Sulawesi Tengah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Dalam babad ini, pada 1618 saat Kerajaan Mataram diperintah oleh Sultan Agung (1613-1645), terjadi peristiwa alam dashyat yakni laut mengamuk. Babad ing Sengkala menuliskan kemungkinan tsunami dahsyat melanda wilayah pusat Mataram atau area pantai selatan, yang mana menjadi singgasana Ratu Laut Kidul. 

img_title Pemerintah Minta Masyarakat Tak Termakan Isu Tsunami Buntut Erupsi Anak Krakatau

Reid menuliskan, pendukung Sultan Agung meyakini tsunami dahsyat tersebut bukan karena ketidakmampuan pemerintahan Sultan Agung menghadapi alam, namun bencana dahsyat ini datang sebagai tanda kekuatan supranatural penguasa laut selatan.  Jejak tsunami dahsyat amukan Ratu Kidul yang melawan wilayah selatan Jawa itu terjawab oleh riset yang dipimpin peneliti LIPI, Eko Yulianto. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pantai Parangtritis/KDW

img_title Badan Geologi: Pertumbuhan Anak Krakatau Pasca 2018 Relatif Kecil

Pantai Parang Tritis di Yogyakarta

Reid menuliskan, setelah tsunami 2006 di Pangandaran, tim Eko menginvestigasi lokasi tsunami 2006, dan ternyata mereka menemukan ada lapisan pasir setebal 20 cm, yang secara substansial lebih dari lapisan bekas tsunami 2006 di aliran Sungai Cikuembulan. Lapisan pasir 20 cm ini ditemukan di atas lapisan lumpur yang berdasarkan penanggalan karbon bersuaia 400 tahun lalu. Lapisan ini diyakini merupakan bekas tsunami yang merusak selatan Jawa.

img_title Badan Geologi Ungkap Potensi Bahaya di Balik Erupsi Berulang Anak Krakatau

Dalam tradisi masyarakat Bali, gempa dan tsunami dikaitkan dengan penyu raksasa kosmik, yaki Bedawang atau Bedawang Nala. Zamidra dalam Makhluk Mitologi Sedunia (2012) menuliskan, Bedawang Nala merupakan penyu raksasa yang membawa seluruh dunia di punggungnya. Konon, Bedawang merupakan perubahan dari naga Anantabhoga, salah satu naga yang membelit Bedawang Nala. Naga satunya yakni Basuki. Anantaboghan mewakili tanah sedangkan Basuki mewakili air. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bedawang bersama dua ular naga mendukung dunia. Jika Bedawang bergerak maka akan terjadi gempa dan letusan gunung berapi di atas bumi. ?Cameron Forbes dalam buku Under the Volcano: The Story of Bali, mitos yang diyakini Bedawang Nala dan naga tersebut terlibat dalam pembentukan Pulau Bali.

Naga Anantabogna diminta oleh dewa untuk masuk ke lapisan bawah bumi. Naga inilah yang kemudian menjadi dasar penopang daratan Bali. Menyusul naga Anantabogha, Bedawang Nala mendatangi tempat naga tersebut.  Begitu Bedawang Nala datang, pegunungan, pepohonan, padi, manusia, hujan, api, ikan, burung dan hewan lainnya terciptakan di atas dasar Bedawang dan Anantabogha. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut