- Instagram/@teslamodellII
Meskipun kapasitas daya itu cukup, namun saat melakukan pengisian baterai, semua daya diserap habis. Sehingga, rumah tangga dengan daya listrik 2.200 VA tidak bisa memakai perangkat listrik lainnya.
“Mobil PHEV memang jauh lebih irit dibanding HEV. Tapi, PHEV membutuhkan infrastruktur tambahan. Kalau mau segera diimplementasikan, maka mobil HEV pilihannya, karena tidak membutuhkan infrastruktur tambahan,” ujar Ketua tim riset ITB, Agus Purwadi.
Sejatinya, rakyat Indonesia tidak anti dengan perubahan dalam hal sarana transportasi. Bisa dilihat saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus becak dan menggantikan bajaj merah dengan versi Bahan Bakar Gas. Semua itu akhirnya bisa diterima dan menjadi bagian dari ekosistem.
Yang diharapkan oleh pengguna adalah kendaraan listrik yang aman, mudah digunakan dan bisa didapatkan dengan harga realistis. Tidak harus murah, karena terkadang sebuah perubahan membutuhkan pengorbanan, demi masa depan yang lebih baik untuk semua. (*)
Baca Juga