SOROT 524

Santri dalam Pusaran Politik

Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

"Santri adalah seorang pelajar yang belajar agama di pesantren, langgar, surau, dayah, rangkang atau tempat pendidikan Islam tradisional. Baik yang bermukim maupun yang tidak. Namun di era kekinian, terminologi santri lebih dekat pada pelajar agama yang bermukim di pesantren atau lembaga tradisional lain yang sejenis," ujarnya kepada VIVA.

img_title Prabowo Pesan ke Santri Gontor: Jangan Mudah Percaya ‘Antek-Antek Asing’

Aktivitas santri di pondok pesantren

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktifivitas santri di pondok pesantren

img_title Kepala BGN Ungkap Penyebab Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG

"Saya kira publik harus berkaca pada sejarah pendidikan Islam nusantara. Yang namanya santri ya yang berhubungan langsung dengan pesantren, baik sebagai murid, kiai atau ustaznya. Bukan yang tiba tiba didaulat dengan gelar santri. Sematan santri bukan gelar tapi lebih pada pengalaman belajar agama di pesantren," ujarnya menambahkan.

Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa, Maman Imanulhaq juga tak sependapat dengan Sohibul Iman. Menurutnya, tak setiap orang bisa disebut santri, karena santri itu punya beberapa karakteristik yang melekat. Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan, salah satu karakteristik santri adalah belajar agama Islam.

img_title Buntut Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Pemprov Jatim Bakal Panggil Seluruh Pengelola SPPG

"Dia belajar agama Islam, itu yang penting. Kedua, dia masuk di satu komunitas pesantren atau komunitas pengajian. Dan yang ketiga, santri itu identik Islam yang ramah dan toleran," ujarnya.

Menurut Maman, hal terpenting lainnya adalah santri identik dengan nilai-nilai kebangsaan. "Jadi kalau ada orang ngaku santri, tapi dia anti Pancasila atau anti NKRI itu dipertanyakan kesantriannya," ujarnya menambahkan.

Pemberian sebutan santri kepada Sandiaga yang dilakukan oleh PKS ternyata juga tak disetujui oleh rekan seperjuangan mereka. Andrie Rosadie, Wasekjen Partai Gerindra yang juga Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga tersebut menolak ikut menyebut Sandi sebagai santri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sendiri bilang dari awal saya tidak mau masuk dalam Bang Sandi itu sebagai santri post-Islamisme. Menurut saya Bang Sandi itu bukan santri. Bang Sandi itu seorang muslim yang taat, gitu lho. Itu menurut saya ya," ujarnya. Ia tetap berpegang bahwa santri adalah mereka yang belajar agama di pondok pesantren.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, santri didefiniskan sebagai orang yang mendalami agama Islam, atau orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang yang saleh. Ulama terkenal KH. Mustofa Bisri memiliki definisi khusus tentang santri. Dikutip dari NU online, 22 Oktober 2018, kiai yang lebih terkenal dengan panggilan Gus Mus ini mengatakan, santri adalah murid kiai yang dididik dengan kasih sayang untuk menjadi mukmin yang kuat (yang tidak goyah imannya oleh pergaulan, kepentingan, dan adanya perbedaan). Selain itu, santri menurut Gus Mus adalah kelompok yang mencintai negaranya, mencintai tanah airnya (tempat dia dilahirkan, menghirup udaranya, dan bersujud di atasnya), sekaligus menghormati guru dan orangtuanya kendati keduanya telah tiada. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut