- ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Ketua PBNU Robikin Emhas juga menjabarkan bagaimana kekuatan Islam khususnya kaum santri memiliki sejarah panjang dan dinamis dalam dinamika politik nasional. Sejak pemilu pertama pada 1955, kaum santri sudah terlibat aktif dalam percaturan politik.
"Sebagai gambaran data, pada pemilu 1955, Nahdlatul Ulama yang mewakili kekuatan santri meraih 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante dengan 18,4 persen suara. Sementara Masyumi yang juga merepresentasi kekuatan Islam meraih 57 kursi DPR dan 112 kursi Konstituante dengan 20,9 persen suara. Ini bukan kekuatan yang kecil. Indonesia adalah negara demokrasi dengan jumlah penduduk Muslim terbesar dunia. Pertanyannya, ada nggak partai atau kekuatan politik yang berani mengabaikan kekuatan mayoritas?" ujarnya.
Besarnya kekuatan pesantren juga sudah dihitung oleh kedua kubu yang akan bersaing dalam Pilpres 2019 mendatang. Wasekjen Gerindra Andrie Rosadie mengaku pihaknya memperhitungkan jumlah santri yang cukup besar. "Jumlahnya signifikan sekali.Jumlahnya sangat banyak, dan menjadi salah satu suara yang sangat menentukan dalam Pilpres ini," ujarnya.Â
![]()
Capres Prabowo Subianto berkunjung ke pesantren
Andrie mengakui, bertandang ke pesantren menjadi salah satu strategi yang mereka lakukan untuk memenangkan hati santri. "Ya, kami terus terusan silaturrahim ke pondok pesantren. Menyerap aspirasi warga pondok pesantren. Pak Prabowo juga terus silaturahmi ke pesantren, Bang Sandi juga begitu. kita silaturahmi, minta doa, minta nasihat, dan juga kita serap aspirasi aspirasi dari pesantren," tutur Andrie.
Ia juga menyampaikan, pihak mereka sudah menyiapkan program Santripreneur sebagai bentuk pemberdayaan. "Dengan Santripreneur diharapkan ekonomi kerakyatan terangkat, banyak menjadikan santri yang berwirausaha sehingga dapat membuka lapangan kerja dan mengangkat ekonomi umat," ujarnya menambahkan.
Sementara Jokowi, sebagai petahana malah langsung melibatkan KH. Ma'ruf Amin, yang identik dengan ulama dan santri sebagai calon wakilnya. Direktur Relawan Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq mengatakan, santri memang vote getter, tapi sebenarnya itu bisa juga dilihat sebagai bentuk penghormatan kepada pesantren yang memang sudah teruji dalam sejarah. Sebagai tempat penguatan nilai-nilai keilmuan, di sisi lain adalah tempat bagaimana nilai budaya itu bisa menyatu dengan nilai agama. Dan pesantren lah menjadi pelopor dua hal itu.