SOROT 525

Menelisik Cara Kerja Pilot dan Kru

sorot penerbangan - pesawat - bandara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aji Styawan

VIVA – Suasana sebuah kompleks perumahan di bilangan Jakarta Timur yang VIVA datangi terlihat sepi. Hanya ada beberapa kendaraan melintas, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.

img_title Demi Tekan Impor, Pemerintah Mulai Pilot Project Penanaman Kedelai 1.000 Ha di 7 Provinsi

Dari sebuah rumah berpagar putih, ke luar seorang pria berusia 38 tahun. Namanya Hari Permana, berperawakan sedikit gemuk dengan senyum yang selalu lebar di wajahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hari baru saja pulang dari tugasnya. Ia adalah seorang kapten pilot sebuah maskapai penerbangan nasional. Seperti mendiang Harvino, co-pilot pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang beberapa waktu lalu, Hari sempat bekerja sebagai petugas Air Traffic Control.

img_title Geger Pilot Malaysia Bawa 26 Kg Narkotika, Sahroni Minta Jalur Kru Pesawat Diperketat

"Saya mulai pendidikan 1996 di Australia. Pesawat yang dipakai buat latihan itu Cessna 152, model baling-baling," ujarnya kepada VIVA.

Hari menuturkan, proses yang ia tempuh untuk mendapatkan lisensi terbang tidak mudah. Ia bersama beberapa murid lainnya harus menguasai bahasa Inggris, karena bahasa tersebut yang digunakan untuk berkomunikasi selama penerbangan dengan pusat pengendali.

img_title Terlihat Tenang Saat Ditangkap, Pilot Malaysia Airlines Langsung Tutupi Wajah Ketika 70 Ribu Ekstasi Diperiksa

"Ada satu murid yang memang kurang menguasai bahasa Inggris, terutama saat pelajaran teori. Tapi, setahu saya saat berkomunikasi dengan pihak tower ia tidak ada masalah," tuturnya.

Ia menjelaskan, saat pendidikan, salah satu aturan berkomunikasi dengan tower (radiotelephony) adalah membedakan penyebutan angka.

"Misalnya, lima ribu kaki kami bilangnya five thousand feet. Tapi kalau 15 ribu kaki, bilangnya flight level zero one five. Kalau arah, selalu mengeja tiap angka, misalnya heading zero one seven (017), bukan seventeen. Karena, bisa saja tower dengarnya seventy (070)," ujarnya.

Petugas memantau dan mengatur pergerakan pesawat udara di menara Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali

Air Traffic Control

Tak hanya soal bahasa, setiap murid juga dituntut memiliki pemahaman tentang cara kerja mesin dan bagaimana terbentuknya cuaca. Mereka juga harus memiliki daya pikir yang cepat dan tepat, sebagai bekal saat menghadapi keadaan darurat.

"Pernah ketika mau landing, instruktur sengaja membuka pintu pesawat. Saya kaget dan terpaku, lalu dimarahi karena tidak segera mengamankan keadaan," ujarnya menjelaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan penelusuran VIVA pada beberapa sekolah penerbangan, dibutuhkan waktu satu hingga satu setengah tahun untuk bisa diterima menjadi pengemudi pesawat udara.

Tahap pertama, siswa harus belajar semua hal tentang penerbangan dan aturannya. Mereka kemudian mendapatkan lisensi Private Pilot License. Tahap berikutnya, mereka diajarkan mengenai tanggung jawab saat membawa penumpang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut