SOROT 529

Kanker Sepakbola Indonesia

Para pemain Timnas Indonesia usai kalah dari Thailand di ajang Piala AFF 2018
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Setelahnya, PSSI malah menunjuk Bima Sakti Tukiman sebagai pelatih. Pilihan panik? Alibi PSSI adalah meneruskan apa yang dibangun oleh Milla karena Bima dianggap sudah paham karakter, gaya main, taktik, dan strategi Milla.

img_title Pengamat Soroti Kondisi Jay Idzes Jelang FIFA ASEAN Cup: Ini yang Bikin Khawatir

"Meneruskan" bukan pilihan kata yang tepat. Sebab, beda koki pasti beda resep. Pemain layaknya bumbu dalam sebuah masakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagaimana resep itu bisa jadi enak dan sedap disantap? Ya, dimasak oleh koki yang mapan pula. Kalau seorang koki tiba-tiba meninggalkan masakannya, lalu diberikan ke orang lain yang belum berpengalaman dalam memasak, apa yang terjadi? Belum tentu enak juga kan?

img_title Badai Cedera Terpa Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup, 5 Pemain Masuk Daftar

Itulah yang terjadi dengan Indonesia. Bukannya Bima tak mapan, tapi masih butuh waktu. Sebab, selama menjadi asisten Milla, belum semua ilmu diserap olehnya.

"Perlu pelatih yang tepat dalam mengelola pemain," terang Riedl.

img_title Terpopuler: Persib Gilas FC Seoul di ACL 2, AFC Langsung Guyur Cuan

"Pelatih bukan cuma soal memilih pemain, tapi juga masalah pemilihan taktik. Ketika Timnas bermain di era Bima dan kawan-kawan, cara mainnya cuma itu-itu saja. Pergantian pemain pun tak membuat perubahan," ujar pengamat sepakbola, Supriyono Prima.

Jadi, kegagalan di Piala AFF kali ini salah Bima? Tidak. Kompleks sekali jawabannya.

Bukan Bima yang harus kita salahkan. Warganet, di media sosial, terlalu mudah melontarkan tagar #BimaOut. Tapi, lihat dulu situasi yang sebenarnya.

"Saya ini layaknya anak SMP. Tapi, sudah diberikan soal ujian universitas," ucap Bima usai laga Indonesia versus Filipina.

PSSI seharusnya bisa lebih bijak dalam penentuan pelatih di Piala AFF kali ini. Acap kali, PSSI memasang target tinggi, namun proyek jangka panjangnya tak berjalan alias mau instan.

Kasus Bima, PSSI baru menunjuknya kurang dari sebulan Piala AFF digulirkan. Paham, Bima sudah bekerja dengan Milla hampir dua tahun lamanya. Tapi, menyerap ilmu seorang pelatih kelas dunia dalam waktu dua tahun, belum tentu bisa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perlu waktu pula menimba pengalaman dalam menghadapi berbagai macam situasi saat mengelola tim.

"Tak bisa jelang dua atau tiga bulan turnamen, pelatih baru ditunjuk," ujar eks pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut