SOROT 529

Kanker Sepakbola Indonesia

Para pemain Timnas Indonesia usai kalah dari Thailand di ajang Piala AFF 2018
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pemain mapan, pengelolaan yang salah. Jadinya apa? Ya, kegagalan demi kegagalan akhirnya muncul.

img_title Baru Dititipkan Erick Thohir ke Bos Ajax, Maarten Paes Langsung Jadi Starter di Eredivisie

Gagal Terus di AFF, Kenapa?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Asia Tenggara, Indonesia sebenarnya sudah dipandang sebagai raksasa. Kualitas pemain Indonesia kerap dipandang sebagai yang terbaik di Asia Tenggara.

img_title Timnas Indonesia Punya Modal Bagus Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Buktinya bukan tak ada. Indonesia sudah lima kali menembus final Piala AFF. Sayangnya, tak satu pun partai final yang bisa dimenangkan Indonesia.

Ironis memang. Dan, pastinya banyak pertanyaan yang muncul kenapa Indonesia tak kunjung jadi juara.

img_title Maarten Paes Kehilangan Tempat, Erick Thohir Titip Pesan ke Bos Ajax

Sinkronisasi jadwal kompetisi dan agenda Timnas menjadi salah satu kambing hitamnya. Banyak orang menilai, performa Indonesia melempem di Piala AFF karena stamina para pemainnya sudah terkuras di kompetisi.

Memang, ada tradisi aneh di Indonesia. Acap kali, saat Indonesia berlaga di Piala AFF, kompetisi masih berlangsung.

Di 2007 terjadi, pun dengan 2018. Dengan kondisi ini, pemain 'diperkosa' oleh kewajiban membela klub dan Timnas.

"Pastinya capek. Makanya, ke depan, jadwal disusun lebih baik. Kalau Timnas main, harusnya menghormati," kata sayap lincah Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, yang bela Indonesia di Piala AFF 2018.

Pencapaian Indonesia di Piala AFF tahun ini sebenarnya mirip dengan 2014 lalu. Bahkan, situasi di 2014 lebih sulit.

Saat itu, Riedl dipusingkan dengan persiapan Piala AFF yang berantakan. Tak banyak waktu yang dimilikinya dalam menyiapkan tim lantaran jadwal kompetisi padat. Kondisi fisik pemain juga sudah terkuras karena jeda dari ujung kompetisi hingga Piala AFF tak sampai satu bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"2014 menjadi persiapan terburuk. Saya merasakan, bagaimana para pemain kelelahan usai membela klub di kompetisi. Cuma sekitar tujuh hingga 10 hari sebelum turnamen di Hanoi, kami memiliki skuat komplet. Perlu waktu lebih lama untuk menyiapkan tim sebelum turnamen besar. Terlebih, dalam sesi latihan juga harus dipikirkan penanganannya sampai tim siap menghadapi laga perdana," ujar Riedl.

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl (tengah)

Mantan fisioterapis Indonesia, Matias Ibo menuturkan, idealnya pemain sudah beristirahat dan bersiap menyambut turnamen bersama Timnas dalam waktu minimal tiga pekan hingga satu bulan. Sebab, ada periode di mana para pemain harus mengadaptasikan kondisi tubuhnya setelah kompetisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut