- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
"Latihan juga tak bisa langsung dipaksakan dalam tempo tinggi. Perlahan, dengan tahap pengembalian kondisi tubuh, baru berlanjut ke level lebih tinggi," terang Matias.
"Seperti kasus di Piala Dunia 2018 lalu. Kompetisi di Eropa rata-rata sudah selesai sejak Mei, lalu Piala Dunia dimulai Juni 2018. Ada waktu sekitar tiga pekan hingga sebulan untuk Timnas menyiapkan pemainnya menghadapi turnamen besar. Itu waktu idealnya," lanjut dia.
Matias menuturkan, untuk Indonesia, persiapan Piala AFF terbaik adalah pada 2010. Pun dengan Riedl.
Kedua tulang punggung dalam manajemen Pasukan Garuda di Piala AFF 2010 itu sepakat 2010 menjadi persiapan terbaik.
"Ada pengelolaan yang bagus di sana. Jadwal uji coba teratur dan reguler. Pemusatan latihan dalam waktu singkat digelar dalam intensitas yang sangat sering. Sayangnya, kami, tim terbaik di turnamen, kalah di final lantaran beberapa situasi buruk," ujar Riedl.
"Kelelahan itu, tak bisa dibohongi. Satu langkah saja, bola padahal bisa diambil. Tapi, karena tubuh, ototnya, sudah lelah karena dikuras di kompetisi, saat turnamen akhirnya tak bisa mencapai kebugaran terbaiknya," jelas Matias.
Soal jadwal kompetisi yang berbenturan dengan Timnas, sebenarnya ada beberapa variabel yang membuat fenomena itu terjadi. Contohnya di musim ini.
Awal kompetisi mundur beberapa kali. Ada beberapa sebab yang membuat kick-off harus diundur. Salah satunya adalah masalah non-teknis seperti kewajiban operator kepada klub.
Perizinan juga beberapa kali jadi hambatan kompetisi untuk digulirkan tepat waktu.
"Kami merencanakan Liga 1 berlangsung Januari atau Februari 2018. Tapi, baru mulai April 2018. Terlebih, ada agenda seperti Piala Dunia, Asian Games, dan turnamen lain. Tak mudah juga buat tim nasional dan liga," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.
"Siklus AFF ini dua tahunan dan mirip dengan 2014. Ketika itu, Asian Games berlangsung, SEA Games juga, dan Timnas punya masalah yang tak mudah. Bukannya kami tak tahu ideal kompetisi yang selesai sebelum Piala AFF. Tapi, 2018 ini situasi sulit untuk dihindari," lanjutnya.
Benang Kusut yang Sulit Diurai
"Sepakbola itu sederhana. Tapi, memainkannya itu sulit," Johan Cruyff.