- VIVA / Yudhi Maulana
Keputusan buruk itu lalu diikuti dengan ucapan kontroversial Sang Ketum. Beberapa hari lalu, dia justru berujar tak perlu dalam menanggapi pertanyaan mengenai kegagalan Timnas Indonesia.
"Wartawannya baik, Timnasnya baik," begitu kata Edy. Publik yang menangkap pernyataan itu terkesan asal-asalan, langsung menanggapi. Mereka bernyanyi dan membawa spanduk dengan tulisan seperti apa yang dikatakan Edy.
Mendapat tekanan dari berbagai arah, PSSI pun akhirnya berkomentar. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, memaklumi fenomena ini. Evaluasi, disebutnya, bakal dilakukan PSSI.
"Aspirasi yang hadir menandakan, kita semua bagian dari keluarga. PSSI pastinya menggelar evaluasi untuk program setahun belakangan," kata Tisha kepada VIVA, Senin 26 November 2018.
"Mari bekerja sama dan mengejar program 2018 yang belum selesai. Baru setelah itu kami bisa sambut 2019 dengan positif," lanjutnya.
Dugaan Pengaturan Skor
Selain terkait kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, PSSI juga dihantam isu lain yang tidak kalah mengganggu. Yaitu terkait isu adanya pengaturan skor di kompetisi di Indonesia.
Dan sayangnya, Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat, Tommy Apriantono menilai, PSSI terkesan cuek dalam menanggapi terjadinya beberapa dugaan pengaturan skor di sejumlah pertandingan.
Tommy yang baru setahun menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Jabar itu, mencontohkan kasus yang menghinggapi para pemain Persib Bandung usai diduga menerima suap.
Sebagian pemain Persib dituduh menerima suap untuk sengaja menyerah ketika Maung Bandung menghadapi PSMS Medan dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada 9 November 2018.
Terdapat tiga nama yang dituduh menerima suap tersebut yakni, Hariono, Supardi Nasir, dan Ardi Idrus. Â
Tommy pun menyindir dugaan pengaturan skor dalam pertandingan babak 8 besar Liga 2 2018 antara Aceh United melawan PS Mojokerto Putra di Stadion Cot Gapu, Bireuen 19 November 2018 silam.
Dari rekaman video yang beredar, pemain PSMP, Krisna Adi, menembak penalti melenceng jauh. Dan, dia kemudian bersujud, entah bersyukur atau meratapi kegagalan tendangan penalti tersebut.
Penalti itu sebenarnya bisa menjadi kesempatan PSMP untuk menyamakan kedudukan saat skor 2-3 untuk keunggulan tuan rumah. Namun, skor tak berubah di laga tersebut akhirnya berkesudahan dengan kekalahan PSMP yang membuatnya gagal lolos ke semifinal Liga 2 musim ini.