- VIVA / Yudhi Maulana
"PSSI terlihat diam dan hanya menggembor-gemborkan (dugaan match fixing). Tapi, mereka tidak mengusut, tidak memberi penjelasan mengenai kasus-kasus yang terjadi saat ini," kata Tommy kepada VIVA, Selasa, 27 November 2018.
"Apakah diungkap? Apakah tidak terjadi? Semuanya tak diberitahukan. Tentu ini kan yang kasihan jadi pemainnya. Terus efek juga ke Timnas pastinya," lanjutnya.
Tommy pun membandingkan PSSI dengan federasi sepakbola di luar negeri. Ia menilai, di negara-negara yang maju sepakbolanya seperti Belgia dan Prancis berani melakukan penindakan tegas terhadap pelaku pengaturan skor bersama dengan Kepolisian.
"Seharusnya PSSI bekerja sama dengan Kepolisian untuk mengusut adanya dugaan pengaturan skor. Kalau misal enggak ada bukti tinggal bilang, terus kalau misalnya bersalah ya, tinggal dihukum sesuai aturan," katanya.
"Jadi, saya harap Exco (Komite Eksekutif PSSI) bidang hukum bisa menjawab ini semua," tegasnya.
Namun sayangnya, isu dalang pengaturan skor justru kini malah mengarah ke tubuh PSSI. Sosok Komite Eksekutif PSSI, Hidayat menjadi sorotan publik karena pengakuan dari manajer Madura FC, Januar, yang mengaku diajak bermain mata di kompetisi Liga 2.
![]()
Unjuk rasa suporter di kantor PSSI
Fakta mengejutkan ini muncul dalam sebuah acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu 28 November 2018 malam. Dalam kesempatan itu, Januar mengungkapkan, Hidayat sempat mengajaknya untuk mengatur hasil pertandingan Madura FC versus PSS Sleman di babak 8 besar Liga 2.
Dalam kesempatan itu, Januar mengaku uang sebesar Rp150 juta ditawarkan oleh Hidayat kepadanya agar Madura FC mau mengalah di leg 1 babak 8 besar Liga 2.
Asprov PSSI Jawa Timur menyatakan keprihatinan atas munculnya nama Hidayat dalam kasus percobaan suap di kompetisi Liga 2. Maklum, Hidayat merupakan salah satu anggota exco yang berasal dari Jawa Timur. Sekretaris Umum Asprov PSSI Jawa Timur, Amir Burhannudin, berharap agar PSSI bisa bertindak menyikapi kasus ini.
"Tentu, kami prihatin. Apalagi, dia merupakan anggota Exco dari Jawa Timur. Pak Dayat, harus bisa bersikap jujur seperti Pak Januar. Silakan, jika ada pembelaan, di forum resmi PSSI," kata Amir.