SOROT 529

PSSI yang Selalu Ribut

Spanduk sindiran untuk PSSI di laga Indonesia versus Filipina
Sumber :
  • VIVA / Yudhi Maulana

"PSSI terlihat diam dan hanya menggembor-gemborkan (dugaan match fixing). Tapi, mereka tidak mengusut, tidak memberi penjelasan mengenai kasus-kasus yang terjadi saat ini," kata Tommy kepada VIVA, Selasa, 27 November 2018.

img_title Menang 2-1 di Derby Madrid, Real Madrid Hancurkan Mimpi Atletico

"Apakah diungkap? Apakah tidak terjadi? Semuanya tak diberitahukan. Tentu ini kan yang kasihan jadi pemainnya. Terus efek juga ke Timnas pastinya," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tommy pun membandingkan PSSI dengan federasi sepakbola di luar negeri. Ia menilai, di negara-negara yang maju sepakbolanya seperti Belgia dan Prancis berani melakukan penindakan tegas terhadap pelaku pengaturan skor bersama dengan Kepolisian.

img_title Perilaku Konsumen di Media Sosial: Studi Kasus Persib Bandung

"Seharusnya PSSI bekerja sama dengan Kepolisian untuk mengusut adanya dugaan pengaturan skor. Kalau misal enggak ada bukti tinggal bilang, terus kalau misalnya bersalah ya, tinggal dihukum sesuai aturan," katanya.

"Jadi, saya harap Exco (Komite Eksekutif PSSI) bidang hukum bisa menjawab ini semua," tegasnya.

img_title Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia U-17 2025

Namun sayangnya, isu dalang pengaturan skor justru kini malah mengarah ke tubuh PSSI. Sosok Komite Eksekutif PSSI, Hidayat menjadi sorotan publik karena pengakuan dari manajer Madura FC, Januar, yang mengaku diajak bermain mata di kompetisi Liga 2.

Aksi Demo Suporter di PSSI

Unjuk rasa suporter di kantor PSSI

Fakta mengejutkan ini muncul dalam sebuah acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu 28 November 2018 malam. Dalam kesempatan itu, Januar mengungkapkan, Hidayat sempat mengajaknya untuk mengatur hasil pertandingan Madura FC versus PSS Sleman di babak 8 besar Liga 2.

Dalam kesempatan itu, Januar mengaku uang sebesar Rp150 juta ditawarkan oleh Hidayat kepadanya agar Madura FC mau mengalah di leg 1 babak 8 besar Liga 2.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asprov PSSI Jawa Timur menyatakan keprihatinan atas munculnya nama Hidayat dalam kasus percobaan suap di kompetisi Liga 2. Maklum, Hidayat merupakan salah satu anggota exco yang berasal dari Jawa Timur. Sekretaris Umum Asprov PSSI Jawa Timur, Amir Burhannudin, berharap agar PSSI bisa bertindak menyikapi kasus ini.

"Tentu, kami prihatin. Apalagi, dia merupakan anggota Exco dari Jawa Timur. Pak Dayat, harus bisa bersikap jujur seperti Pak Januar. Silakan, jika ada pembelaan, di forum resmi PSSI," kata Amir.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut