Adu Kuat Relawan

sorot relawan jokowi relawan balad
sorot relawan jokowi relawan balad
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Pekik teriakan puluhan orang membahana di pintu masuk sebuah hotel berbintang lima di bilangan Jakarta Pusat. Puluhan orang yang didominasi oleh anak muda ini terpecah menjadi dua kubu. Mereka terlihat beradu nyanyian. Keduanya beradu suara menjadi yang paling lantang, sebagai simbol dukungan.

Iringan tepuk tangan dan sorak-sorai pun menggema. "Jokowi! Jokowi! Jokowi!" teriak mereka. Teriakan tersebut dibalas oleh kubu lainnya. "Prabowo...Prabowo..." sorak para pendukung.

Mereka adalah relawan dan pendukung dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin serta nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Keterlibatan relawan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden mulai mencuri perhatian. Mereka bekerja suka rela, selama 24 jam demi memenangkan pasangan yang mereka dukung. Kemunculan relawan disebut sebagai perkembangan demokrasi ke arah yang lebih positif. Sebab, kehadiran mereka mengindikasikan munculnya partisipasi politik masyarakat di luar dominasi partai politik.

Adalah era pemilihan presiden secara langsung yang memunculkan ruang untuk publik memiliki idola baru untuk dijagokan sebagai Presiden RI. Kemunculan relawan juga diindikasikan sebagai naiknya tingkat melek politik di masyarakat.

Ketua Umum Projo, salah satu kelompok relawan pendukung Jokowi, Budi Ari Setiadi, mengatakan, organisasi relawannya berdiri sejak awal 2013. Alasannya memilih Jokowi karena berhasil membuat brandmark baru dalam peta perpolitikan nasional. Menurut dia, setidaknya standar era kepemimpinan baru ini harus dimaknai secara baik, secara positif bahwa pemimpin yang lahir dari rakyat itu adalah pemimpin yang mau dan mampu menggerakkan perubahan.

"Dan, selama 4,5 tahun periode pertama sudah bisa terlihat perubahan dan kerja nyata Jokowi," ujarnya kepada VIVA, Rabu, 20 Maret 2019.