SOROT 545

Relawan dalam Pusaran Politik

sorot relawan prabowo Koppasandi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – "Kalian kan bukan anak buah saya. Kalau Gerakan Pro SBY itu baru saya yang memprakarsai.” Demikian mendiang Haryo Heroe Syswanto atau akrab disapa Sys Ns saat kampanye tahap I Pilpres 2004 di Pontianak, Kalimantan Barat.

img_title Bahlil Janji Realisasikan Kerja Sama Energi RI-Rusia hingga Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

Dengan wajah heran, Sys mempertanyakan maksud kumpulan orang yang tergabung dalam Gerakan SBY-MJK. Apalagi, saat itu, ada spanduk penyambutan yang terpampang bertulis 'Selamat Datang Sys NS. Ketua Gerakan Pro SBY-MJK'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keheranan aktor sekaligus politisi itu karena ada embel-embel MJK yang menempel di belakang Gerakan Pro SBY. Arti MJK ini adalah Muhammad Jusuf Kalla. Saat itu, figur Jusuf Kalla memang diusung sebagai cawapres untuk Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

img_title Approval Rating Prabowo Turun, Andi Widjajanto Ungkap Penyebabnya

Sys hanya mengakui Gerakan Pro SBY, barisan relawan yang didirikannya pada 2003 untuk mengawal SBY bersaing merebut kursi RI-1 di Pilpres 2004.

"Memang saat itu MJK sudah dipasangkan dengan SBY sebagai kandidat. Namun, bukan berarti Gerakan Pro SBY lantas berubah menjadi Gerakan Pro SBY-MJK," ujar Sys dikutip dalam buku “Partai Demokrat & SBY, Mencari Jawab Sebuah Masa Depan” (2005:217).

img_title Tawarkan Ratusan Blok Migas, Indonesia Ajak Investor Rusia Ikut Proses Lelang

Sys NS

Sys Ns

Gerakan Pro SBY merupakan salah satu barisan relawan yang muncul untuk kepentingan Pilpres 2004. Di barisan relawan SBY, selain Gerakan Pro SBY, ada Pro SBY yang dikomandani Yani Wachid dan Tim Swadaya 99 atau TS 99 yang dimotori Bahauddin Thonti dan Yance.

Dinamika politik di Tanah Air memunculkan peran relawan di luar partai terlihat jelang Pilpres 2004. Ketika itu, untuk kali pertama pemilihan presiden dan wakil presiden diselenggarakan secara langsung dengan rakyat sebagai pemilih.

"Sejak era pemilihan langsung yaitu Pilpres 2004 relawan sudah banyak. Namun pemberitaannya memang belum masif," kata pengamat sekaligus dosen politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada VIVA, Kamis, 21 Maret 2019.

Volunteer Militan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemilu langsung memberikan peran relawan yang makin masif. Meski keberadaannya sudah ada sejak lama. Bahkan disebut sebelum kemerdekaan RI. Namun, saat itu, pergerakan barisan relawan hanya untuk tokoh-tokoh politik tertentu.

"Relawan di masa lalu berjuang untuk tokoh-tokoh politik untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Ujang Komarudin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut