- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
![]()
Layar menyiarkan video Imam Besar FPI Habib Rizieq Sihab saat kampanye akbar Prabowo di GBK
Sementara ini, kata Pangi, tingkat kepuasan publik pada kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo cukup tinggi, 54 persen. Sebagian penilaian baik masyarakat kepada Jokowi karena pemerintah gencar membangun banyak infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah. "Tapi, ingat, standar kepuasaan publik terhadap incumbent itu minimal harus 70 persen," katanya.
Kubu Prabowo, menurut Pangi, rupanya tak gembar-gembor dengan program kerja, melainkan malah memainkan emosi massa melalui isu-isu yang dianggap menjadi kelemahan atau kekurangan pemerintahan Jokowi. "Pak Prabowo sepertinya ini sedang memainkan itu, kekhawatiran, kegelisahan, ketakutan, ancaman ke depan—itu semua disambut oleh publik. Dan beliau mengelola emosi itu dengan baik."
"Ketika Pak Jokowi datang dengan ketidaktegasan," Pangi menekankan, "Pak Prabowo datang dengan ketegasan. Itu yang mempengaruhi strong voters (pemilih solid) Pak Prabowo menjadi lebih tinggi."
Bukan Berbasis Survei
Pengaruh patron atau panutan, terutama pemuka agama, sebagaimana analisis Pangi, dikoreksi oleh Ardian Sopa, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA. Menurut Ardian, tokoh agama memang dapat memengaruhi pilihan politik masyarakat, misalnya kecenderungan kian terang penceramah kondang Ustaz Abdul Somad mendukung Prabowo. Tetapi, katanya dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta pada Jumat, "kita melihat tidak banyak berpengaruh."
Ardian berargumentasi, Abdul Somad pada dasarnya sudah sejak lama diidentifikasi mendukung Prabowo. Kalau pun belakangan Somad kian menunjukkan lebih terbuka dukungannya kepada Prabowo, itu hanya menguatkan persepsi masyarakat, terutama para simpatisan kandidat 02. "Tidak mengambil dukungan dari yang belum ada, artinya tidak akan berpengaruh pada elektabilitas."
Lagi pula, katanya, Abdul Somad bukan kategori tokoh yang memiliki nilai jual tinggi secara politik, dan karena itu tak akan sanggup menggalang dukungan secara masif. "Dia tidak kampanye ke mana-mana, sehingga secara efek juga tidak akan terlalu banyak berpengaruh pada masing-masing pasangan calon."
Survei LSI Denny JA memperlihatkan keunggulan cukup besar dukungan masyarakat pada Jokowi ketimbang Prabowo. Bahkan, persentase elektabilitas Jokowi, berdasarkan hasil survei termutakhir pada 9 April, mencapai dua digit mengungguli Prabowo.