SOROT 552

Pindah Ibu Kota

Sorot presiden tinjau lokasi calon ibu kota
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA –  Penghitungan suara riil Pemilihan Presiden 2019 belum usai. Namun, Presiden Joko Widodo yang menjadi kandidat petahana berdasarkan hasil penghitungan cepat (quick count) berhasil memenangkan Pilpres. Jokowi pun sudah ancang-ancang mengambil keputusan besar, yakni memindahkan ibu kota.

img_title Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Malaysia Siap Bantu Indonesia Atasi Karhutla

"Kita serius dalam hal ini karena sejak tiga tahun yang lalu sebetulnya ini telah kita bahas internal. Kemudian 1,5 tahun yang lalu kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail baik dari sisi ekonomi, sosial-politik, dan juga dari sisi lingkungan," ujar Jokowi saat berbuka puasa dengan jajaran menteri dan lembaga tinggi negara di Istana Negara Jakarta, Senin, 6 Mei 2019. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guna membuktikan keseriusannya, sehari setelah menggelar buka puasa bersama, Jokowi bertolak ke Kalimantan. Dua wilayah yang digadang-gadang menjadi calon pengganti ibu kota ia kunjungi dalam dua hari, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. 

img_title Ayu Ting Ting Minta Warganet Stop Viralkan Isu Kepindahannya, Ajak Fokus ke NTT dan Kalimantan

Sorot presiden tinjau lokasi ibu kota

Presiden Jokowi meninjau calon lokasi ibu kota baru di Kalimantan 

img_title Ketidakpastian Izin Tambang Mulai Dirasakan Masyarakat Kalimantan, PHK hingga Ekonomi Lumpuh

Wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta bukan kali ini dibincangkan. Pakar sejarah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan, Presiden pertama RI Soekarno juga pernah merencanakan pemindahan ibu kota. Saat itu, tahun 1957, ketika meresmikan Palangkaraya sebagai ibu kota Kalimantan Tengah, Soekarno menilai kota tersebut cocok untuk menjadi ibu kota RI. Soekarno bahkan sudah sempat membuat desain dan kembali lagi ke Palangkaraya di tahun 1959 untuk mempersiapkan pemindahan ibu kota. Sayangnya, perhelatan Asian Games tahun 1962 membuat Soekarno menahan rencana tersebut.

Asvi menjelaskan, saat itu Bung Karno melihat Palangkaraya masih belum siap untuk menyambut kedatangan tamu-tamu negara Asia dan kedatangan para atlet dari negara-negara lain. Sehingga ketika itu Bung Karno memprioritaskan pembangunan di Jakarta dalam rangka Asian Games.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Asian Games ini kan dilaksanakannya pada tahun 1962, tapi Bung Karno kan memang sudah mempersiapkan itu sudah jauh-jauh hari. Membangun Hotel Indonesia, membangun Tugu Selamat Datang, membangun Istora Senayan, ada Sarinah, Jalan Semanggi, dan lain lain," ujarnya. 

Setelah Asian Games 1962, situasi sosial politik di Indonesia mulai tak stabil. Perekonomian yang gonjang ganjing membuat Soekarno sibuk meredakan hingga ide pemindahan ibu kota akhirnya tenggelam. Pecahnya kasus Gerakan 30 September 1965 yang berujung pada lengsernya Soekarno membuat rencana pemindahan ibu kota yang digagas Soekarno menguap. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut