SOROT 562

Ngibing Ora Danta

Aksi Ondel-ondel Betawi
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

Menurutnya, mengganggap warisan budaya berupa seni adalah sesuatu yang adiluhung adalah cara pandang yang salah. Karena dengan menempatkannya sebagai sesuatu yang adi luhung, maka seolah budaya itu sakral. Akibatnya justru menghilangkan kesempatan untuk berkreasi atas tradisi budaya atau sesuatu yang tinggi dan tak pada tempatnya dipopulerkan.

img_title Pramono: Ondel-ondel Tidak Digunakan untuk Ngamen!

Rizal mengapresiasi Pemerintah DKI Jakarta yang menurutnya telah melestarikan ondel ondel dengan baik. Tapi ia memiliki beberapa pertimbangan.  Pertama, ujarnya,  Pemerintah DKI Jakarta perlu menertibkan kekacauan pikiran dan pengertian tentang ondel ondel pada seluruh jaringan bisnis mengamen ondel ondel, terutama tentang arti maknanya sebagai bagian dari tradisi budaya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab itu, menurut Rizal, ada standar-standar yang harus dijaga agar tidak terjerumus pada sesuatu yang "asal-asalan" bahkan menjatuhkan nilai dari ondel ondel sebagai produk budaya. Pemkot DKI Jakarta bisa membuat semacam kartu layak tampil bagi pebisnis ngamen ondelondel. 

img_title Pesan Pramono Anung untuk LDII Jakarta: Jaga Budaya Betawi di Tengah Transformasi Kota Global

"Tetapi, ini juga menuntut Pemkot DKI Jakarta untuk melakukan sejumlah pelatihan budaya ngamen ondel-ondel untuk menjaganya tak melenceng dari tradisi. Juga penempatan di ruang-ruang publik kota atau kampung serta perkantoran juga perumahan." [mus]

Baca Juga

img_title Pramono: Pelan-pelan Ondel-ondel Dipakai Ngamen Bakal Ditertibkan

Filosofi Ondel Ondel 

Dari Tolak Bala hingga Cari Nafkah

Ondel-ondel

Pramono Larang Ondel-ondel Buat Ngamen, Bakal Turunkan Satpol PP Buat Menindak

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang ondel-ondel dijadikan alat untuk mengamen. Sebab, ondel-ondel merupakan ikon atau trademark dari budaya Betawi.

img_title
VIVA.co.id
13 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut