- VIVAnews/Fernando Randy
Menurutnya, mengganggap warisan budaya berupa seni adalah sesuatu yang adiluhung adalah cara pandang yang salah. Karena dengan menempatkannya sebagai sesuatu yang adi luhung, maka seolah budaya itu sakral. Akibatnya justru menghilangkan kesempatan untuk berkreasi atas tradisi budaya atau sesuatu yang tinggi dan tak pada tempatnya dipopulerkan.
Rizal mengapresiasi Pemerintah DKI Jakarta yang menurutnya telah melestarikan ondel ondel dengan baik. Tapi ia memiliki beberapa pertimbangan. Pertama, ujarnya,  Pemerintah DKI Jakarta perlu menertibkan kekacauan pikiran dan pengertian tentang ondel ondel pada seluruh jaringan bisnis mengamen ondel ondel, terutama tentang arti maknanya sebagai bagian dari tradisi budaya.Â
Sebab itu, menurut Rizal, ada standar-standar yang harus dijaga agar tidak terjerumus pada sesuatu yang "asal-asalan" bahkan menjatuhkan nilai dari ondel ondel sebagai produk budaya. Pemkot DKI Jakarta bisa membuat semacam kartu layak tampil bagi pebisnis ngamen ondelondel.Â
"Tetapi, ini juga menuntut Pemkot DKI Jakarta untuk melakukan sejumlah pelatihan budaya ngamen ondel-ondel untuk menjaganya tak melenceng dari tradisi. Juga penempatan di ruang-ruang publik kota atau kampung serta perkantoran juga perumahan." [mus]
Baca Juga
Dari Tolak Bala hingga Cari Nafkah