- VIVAnews/Fernando Randy
Sedikitnya pengarak barongan atau ondel ondel saat itu membuat kelompok ondel ondel panen besar. Tak perlu keluar jauh dari kampung, dengan durasi yang tak mencapai lima jam, penghasilan yang mereka terima cukup besar. Memang membutuhkan rombongan besar agar bisa memainkan alat musik lengkap, tapi itu tak jadi masalah karena penghasilan yang didapat melebihi ekspektasi.Â
Tapi kondisi ‘basah’ itu perlahan berakhir. Arya, Ijan, dan Fahmi mulai berhadapan dengan kompetitor yang juga memainkan ondel ondel. Jika dulu hanya terlihat satu atau dua pengamen ondel ondel, sekarang jumlah mereka bertambah banyak dan datang dari berbagai penjuru Jakarta.Â
"Sekarang ngider ke mana ketemu barongan, ke sini ketemu, ke sana juga ketemu," ujar Arya kepada VIVAnews.Â
Arya mengakui, semakin ke sini semakin terasa keberadaan pengarak ondel ondel mulai menurun kualitasnya. Ia mengaku dulu setiap kali mau mengarak ondel ondel, maka minimal 10 orang pengiring akan mendampingi mereka sambil memainkan alat musik.Â
Tapi sekarang tak berlaku lagi. Kini, tiga orang saja sudah cukup untuk membawa ondel ondel ke luar kampung, bahkan cukup  menggunakan tape recorder sebagai pengiring ondel ondel. Tak ada lagi alat musik yang ikut mengiringi perjalanan boneka raksasa itu. Keterbatasan personel menjadi alasan Arya, Fahmi dan Ijan. Sebagian besar personel yang kerap ikut mengiring dan kebagian membawa alat musik sering kali mengaku bentrok dengan jadwal sekolah atau kerjaan masing-masing.Â
Dampaknya, penghasilan mereka menurun drastis. Menurut Arya, dalam satu hari penghasilan mereka kini hanya mampu menembus angka 300 ribu. Padahal sebelumnya, menghasilkan uang dalam setengah hari mengamen, apalagi mengamen dalam satu hari saja begitu mudah dan mereka bisa memperoleh penghasilan lumayan. Namun kini kondisinya jauh berbeda.Â
Tetapi, tuntutan hidup membuat mereka tak terlalu bisa mempertahankan idealisme. Maka meski hanya bertiga dan tak menggunakan live music, Ijan, Fahmi, dan Arya tetap mendorong gerobak mereka dan membopong ondel ondel sambil menyodorkan ember bekas cat berharap ada seribu atau dua ribu rupiah dari orang-orang yang mereka temui.Â