'Dwifungsi' Polri

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) berjabat tangan dengan pendahulunya, Tjahjo Kumolo.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) berjabat tangan dengan pendahulunya, Tjahjo Kumolo.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

VIVA – Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan resmi menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) masa bakti 2019-2023. Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini resmi terpilih setelah melalui pemilihan pada Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar Sabtu, 2 November 2019.

Terpililhnya Iriawan menambah panjang daftar polisi atau pensiunan polisi yang menduduki jabatan dan posisi penting di kementerian, badan, atau lembaga dan komisi pemerintah. Sebelumnya, Jenderal Tito Karnavian juga didapuk menjadi Menteri Dalam Negeri. Sebelum resmi diumumkan, santer beredar di publik bahwa Tito akan mengemban jabatan itu. Apalagi, Jokowi kemudian menandatangani surat pemberhentian Tito dari posisinya sebagai Kapolri.

Ketua Umum PSSI terpilih, Mochamad Iriawan. Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan ?

Posisi Mendagri yang sebelumnya dijabat politikus PDIP Tjahjo Kumolo ini merupakan salah satu kementerian strategis. Tito mengikuti jejak Komjen Syafruddin yang sempat menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Lembaga strategis lain yang ‘dikangkangi’ Polri adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah melalui proses yang konteroversial dan menuai banyak kecaman, Irjen Firli Bahuri akhirnya terpilih sebagai pimpinan sekaligus ketua KPK periode 2019-2023. Sementara mantan Kabareskrim Budi Waseso sudah lebih dulu menjadi orang nomor satu di Badan Urusan Logistik (Bulog).

Selain sejumlah nama di atas, masih ada lagi anggota Polri atau pensiunan Polri yang menduduki jabatan strategis, baik di kementerian, lembaga, komisi atau badan strategis lain. Berbeda dengan masa jabatan periode 2014-2019, yang melibatkan militer atau purnawirawan militer memegang jabatan kunci di pemerintahan, periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, pelibatan polisi atau purnawirawan polisi bertambah.

Komjen Mochaman Iriawan alias Iwan Bule mengatakan tak akan ada masalah dengan memiliki tugas ganda. Menurutnya yang penting ia bisa membagi waktu. "Dari pagi saya juga melakukan kegiatan kemudian lanjut ke sini. Asal bisa bagi waktu aja kalau saya tidak masalah," ujarnya kepada VIVAnews.