- VIVAnews/Dwi Royanto
Formappi menunjuk politik dinasti yang terjadi di Bontang, Kalimantan Timur. Di Bontang, Ketua DPRD Andi Faisal Sofyan Hasdam dan Wali Kota Neni Moerniaeni adalah anak dan ibu. Sebelumnya, ayah Andi yaitu Sofyan Hasdam juga pernah memegang jabatan sebagai Wali Kota Bontang selama dua periode
atau 10 tahun.
Contoh lainnya adalah di Blitar. Dua istri Wakil Bupati Blitar dilantik menjadi Kepala Desa (Kades). Halla Unariyanti menjabat sebagai Kades Desa Bendosewu, Kecamatan Talun dan Fendriana Anitasari menjabat sebagai Kepala Desa Wonejo untuk periode kedua, juga di Kecamatan Talun. Keduanya adalah istri dari Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo.
Ratu Atut Chosiyah
Di Banten, siapa yang tak kenal bagaimana keluarga Haji Tubagus Chasan, ayah dari Ratu Atut Chosiyah yang menguasai nyaris seluruh pemerintahan di wilayah mereka. Suami Atut, adik-adiknya, iparnya hingga ibu tiri Atut bergantian mengisi jabatan sebagai Gubernur, anggota DPRD, bupati, wali kota, dan wakil wali kota.
Tahun 2018, Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan ayahnya, Asrun, yang merupakan calon gubernur Sulawesi Tenggara ditangkap KPK karena terlibat kasus suap. Anak dan ayah itu diduga menerima suap di proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Kendari tahun 2017-2018. Di Kutai Kartanegara, Syaukani Hassan Rais mewariskan posisi Bupati Kukar kepada anaknya, Rita Widyasari. Namun, akhirnya keduanya ditangkap oleh KPK karena kasus korupsi.
Di Bangkalan, Madura, politik dinasti juga terjadi. Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron, menjabat sebagai bupati selama 10 tahun mulai 2003 hingga 2013. Ketika Fuad turun jabatan, posisinya digantikan oleh anaknya sendiri, Makmun Ibnu Fuad. Tahun 2014, Fuad terpilih menjadi anggota DPRD Bangkalan dan dilantik oleh anaknya sendiri. Ia kemudian terpilih menjadi Ketua DPRD tahun 2014-2019.
Rugikan Publik
Keputusan Gibran dan Bobby maju dalam Pilkada 2020 menjadi perbincangan hangat. Secara regulasi, memang tak ada larangan anak dan menantu presiden untuk ikut dalam Pilkada saat orangtua mereka menjabat. Tapi, melanggengkan kekuasaan melalui lingkaran keluarga menjadi cibiran publik karena Jokowi selama ini seolah menjadi tokoh yang tak melibatkan anggota keluarga dalam lingkaran kekuasaan.