SOROT 584

Gurihnya Dinasti Politik

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, berorasi di hadapan para pendukungnya usai mendaftar sebagai bakal calon wali kota Solo di kantor PDIP Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 12 Desember 2019.
Sumber :
  • VIVAnews/Dwi Royanto

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, mengatakan tak bisa menjamin apakah Gibran akan berhasil mengungguli kader yang dijagokan oleh PDIP Surakarta. Kader PDIP Solo Ahmad Purnomo sudah memastikan maju, dan Gibran masuk melalui DPD Jawa Tengah.

img_title Bedah Buku Politik di Balai Desa, Rocky Gerung: Politik Dinasti Ala Jokowi Bahaya

"Solo itu dampaknya nasional, saya kira nanti Ketua Umum yang akan ambil keputusan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang Pacul menjamin, jika Gibran yang dipilih oleh Ketum PDIP, maka tak akan terjadi perpecahan di tubuh PDI Perjuangan. Karena PDIP adalah partai yang solid hingga ke akar rumput.

img_title Biaya untuk Jadi Anggota DPR Rp5 miliar dan Gubernur Rp200 Miliar, Kata Eks Ketua KPK

Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.Hinca Panjaitan

Pencalonan Gibran dan Bobby ternyata tak dipersoalkan oleh kader partai.  Hinca Panjaitan dari Partai Demokrat mengatakan, sepanjang dia dipilih oleh masyarakat, pemilihannya fair, tidak ada hal-hal yang melanggar UU, maka itu adalah keniscayaan demokrasi.

img_title PSI Bantah Kaesang Jadi Jangkar Dinasti Politik Jokowi, Ini Alasannya

"Dalam demokrasi, bisa memilih profesor, yang tidak berpendidikan, bisa anak presiden, bisa juga bukan anak presiden, tergantung popularitas dan keinginan publik memilihnya. Jadi demokrasi itu hebat sekaligus ada kelemahannya. Bisa terpilih siapa saja sesuai keinginan publik. Jadi, apakah dia anak presiden, apakah bukan anak presiden semua mempunyai kesempatan yang sama," ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Drajad Wibowo, juga mengatakan tak ada yang salah dengan keputusan Gibran dan Bobby untuk maju dalam panggung politik. Bahkan, jika mereka memanfaatkan nama bapaknya sebagai Presiden RI.

"Secara politik riil, nama orangtua atau saudara bisa menjadi daya tarik bagi pemilih. Bahkan bisa menjadi faktor penentu kemenangan, baik dalam pilkada maupun pileg tingkat nasional dan daerah. Banyak sekali tokoh nasional dan daerah yang anaknya atau saudaranya terpilih sebagai kepala daerah atau anggota DPR/ DPRD," tutur Drajad.

Drajad menambahkan, adalah hak konstitusional Gibran dan Bobby untuk maju. Soal menang kalah adalah keputusan politik pemilih setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera.Mardani Ali Sera

Politisi PKS, Mardani Ali Sera juga tak mempersoalkan siapa saja yang maju untuk ikut serta dalam kontestasi politik. Tapi, di atas hak ada etika, yang perlu dipertimbangkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut