SOROT 129

Rusak Susu Sampai Tuna

Bayam di Prefektur Ibaraki menunjukkan tanda telah terkontaminasi radioaktif.
Sumber :
  • AP Photo/Eugene Hoshiko

Bencana yang terjadi juga mengganggu pemasukan ekspor. Sejumlah negara mengawasi ketat, dan membatasi impor produk pangan asal Jepang. Korea, Singapore, Australia, Amerika Serikat, dan Hong Kong bahkan mengeluarkan kebijakan larangan impor produk pangan dari sedikitnya empat prefektur di Jepang.

img_title Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, Pemerintah Kerja Samakan 10.000 Hektare Lahan untuk Budi Daya Jagung

Yang mungkin paling terimbas adalah sektor perikanan. Komoditi ekspor itu paling menjanjikan. Pada 2010, Jepang mengekspor 565.295 ton ikan, dan produk laut lainnya senilai US$2,41 miliar. Data kementrian tahun sebelumnya juga mencatat, produksi ikan makarel untuk ekspor sekitar  120,416 ton, dan tuna 79.767 ton.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlepas potensi besarnya kerugian ekonomi, WHO meminta Pemerintah Jepang terus memantau ketat, memastikan tak ada bahan pangan tercemar yang beredar di masyarakat. Dengan begitu, paparan radioaktif dapat dicegah masuk lewat pangan ke tubuh manusia.(np)

img_title Pakar Global Ungkap Pasokan Pangan Dunia Terancam 3 Hal Ini
Wapres Gibran memantau penanganan korban keracunan MBG.

Akademisi Nilai Langkah Gibran Turun Tangani Korban MBG Jadi Bentuk Tanggung Jawab Pemimpin

Perhatian tersebut juga dilanjutkan dengan meminta dokter pribadi Gibran berada di Karo untuk membantu memantau kondisi korban dan berkoordinasi mengenai kebutuhan medis.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut