- AP Photo/Eugene Hoshiko
Yasuo Sasaki, pejabat Kementrian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, mengatakan, potensi paparan zat radioaktif pada sayuran susu dan ternak jauh lebih besar dibandingkan ikan. "Karena zat radioaktif cenderung akan cepat meluruh di laut," kata Yasuo.
Meski demikian, pemerintah Jepang tetap melarang nelayan menangkap ikan di sejumlah kawasan yang telah terkontaminasi, seperti Fukushima, Miyagi and Iwate. "Ini mencegah risiko ikan terkontaminasi zat radioaktif muncur di pasar," kata Yasuo.
Selain menghentikan distribusi, Pemerintah Jepang melarang warganya mengonsumsi 11 jenis sayuran dari sejumlah prefektur seperti Fukushima, Niigata, Gunma, Tochigi, Yamagata dan Ibaraki. Ada bayam, kubis, brokoli, juga sayuran khas Jepang, seperti komatsuna, kosaitai, kukitachina, dan aburana.
Seruan itu demi menghindari risiko sekecil apapun terkait kesehatan warganya. Yang pasti, mereka tak ingin mengulang tragedi nuklir di Chernobyl. Ribuan anak menderita kanker tiroid akibat konsumsi susu terkontaminasi zat radioaktif secara berulang.
Demi menekan risiko kanker tiroid, Pemerintah Jepang juga telah membagikan pil potassium iodide untuk warga, terutama yang bermukim di dekat area isolasi. Pil ini bekerja untuk mencegah kelenjar tiroid menyerap iodine.
Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan, meski melebihi batas aman, kadar zat radioaktif yang terdeteksi dalam sejumlah produk pangan belum menimbulkan efek langsung yang membahayakan kesehatan.
Meminum susu terkontaminasi sama seperti efek radiasi CT scan. Sedangkan bayam terkontaminasi sama seperti 1/5 efek radiasi CT Scan. CT Scan adalah perawatan medis dengan pancaran sinar X. "Nggak mungkin juga kan Anda mengkonsumsi bayam satu kilogram setiap hari."
Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, zat radioaktif pada pangan perlu ditanggapi serius. Masyarakat diminta menghindari konsumsi sayur, susu, dan ternak yang tumbuh dalam radius 120 kilometer. Juga produk pangan olahan dari pabrik berjarak kurang 30 kilometer dari pusat kebocoran radiasi.
Semburan zat radioaktif meluas diperkirakan turut memukul industri pangan di Jepang. Kekacauan kebutuhan sayur domestik jelas terjadi. Data Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menunjukkan, 60 persen bayam dijual di Tokyo tahun 2010 berasal dari empat prefektur terkontaminasi, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, dan Gunma.