SOROT 322

Bongkar Pasang Kurikulum

Anies Baswedan.
Sumber :
  • VIVAnews/Ahmad Rizaluddin

Gonta Ganti

img_title Alasan Klasik Pelatih Vietnam usai Gagal Lolos ke Piala Asia U-20 2027

Indonesia termasuk negara yang hobi gonta ganti dan bongkar pasang kurikulum. Sejak merdeka hingga saat ini, setidaknya sudah ada sepuluh kurikulum yang digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kurikulum itu di antaranya, Rencana Pelajaran 1947, Rencana Pelajaran Terurai 1952, Kurikulum Rencana Pendidikan 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004, Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

img_title Update Harga HP Realme dan Infinix September 2026, Ada Perubahan yang Wajib Diketahui

Mendikbud mengatakan, kurikulum memang harus berubah. Namun, perubahan itu tidak boleh ekstrim. Untuk itu, evaluasi kurikulum yang ada. Mana yang harus diperbaiki. Ke depan, kurikulum harus dinamis dan mengikuti perkembangan zaman dan tak ada istilah disempurnakan.

Sebab, tidak ada kurikulum yang sempurna karena kehidupan terus berjalan. Untuk itu, harus ada perbaikan dan perubahan.

img_title Sejumlah Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Begini Kata Ahli Geologi

Namun, menurut dia, kemampuan guru lebih menentukan dibanding kurikulum. Ia mengibaratkan seperti orang yang menembak tapi meleset terus. Sebagus apapun senapan dan pelurunya, jika yang menembak tak dilatih dengan baik maka akan gagal.

Untuk itu, kemampuan guru dan Kepala Sekolah harus dikembangkan. “Kunci keberhasilan pendidikan bukan kurikulum tapi guru yang mumpuni. Menurut dia, guru yang mumpuni diberi kurikulum apapun pasti akan jalan.”

Hal senada disampaikan pakar pendidikan Prof. DR. Sutjipto. Menurut dia, guru yang hebat bisa mengkreasi materi pembelajaran, menjadikan pembelajaran menyenangkan untuk siswa.

Guru yang baik akan mencari bahan ajar dengan kreatif. Menurut dia, mutu pendidikan bukan karena kurikulum. Kebiasaan mengganti kurikulum saat ada masalah dalam pendidikan merupakan sesuatu yang tak tepat.

Meski demikian, kurikulum tetap diperlukan sebagai rambu dalam pendidikan. Namun, kurikulum bukan sesuatu yang sakral dan tak bisa diubah.

Untuk itu semua pemangku kepentingan terkait pendidikan harus diperbaiki secara sistemik. Guru, fasilitas, buku, Kepala Sekolah, dinas semua harus terintegrasi. Ada buku guru tidak dilatih tidak jalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru bagus sementara pemahaman Kepala Sekolah berbeda juga tidak jalan. Guru bagus, manajeman sekolah bagus tapi fasilitas tidak memadai juga tidak bisa jalan.

Namun, pendapat berbedar disampaikan Prof. DR. Said Hamid Hasan, MA. Bagi dia, kurikulum merupakan sesuatu yang vital dalam proses belajar mengajar dan peningkatan kualitas pendidikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut