Sumber :
- YouTube
Tapi baru pada Maret dunia mendengar tentang ebola, saat Badan Kesehatan Dunia (WHO) meneruskan laporan Menteri Kesehatan Guinea, tentang virus mematikan yang mewabah di empat distrik, dan kemungkinan telah menyebar juga ke Liberia dan Sierra Leone.
Baca Juga
Total 86 kasus, termasuk 59 kematian dilaporkan hingga 24 Maret. Pada akhir Mei, epidemi telah terjadi di Conakry yang merupakan ibukota Guinea, dengan dua juta penduduk. Pada 28 Mei, jumlah kasus mencapai 281 dan 186 jiwa meninggal.
Di Liberia, ebola dilaporkan sudah menyebar di empat kota, pada pertengahan April. Sementara di ibukota Liberia, Monrovia, ebola dilaporkan terjadi pertengahan Juni. Saat mencapai Sierra Leone, wabah menyebar lebih cepat.
Pada 17 Juli, jumlah kasus telah mencapai 442 penderita, melebihi Liberia dan Guinea yang menjadi tempat pertama terjangkitnya ebola. Masyarakat dunia dengan cepat dikejutkan, oleh berita tentang ebola yang mematikan.
Hingga 20 Desember, sudah ada lebih dari 19.340 kasus penularan ebola di seluruh dunia, hingga 20 Desember. Sebanyak 7.533 jiwa dilaporkan meninggal di enam negara, yaitu Liberia, Guinea, Sierra Leone, Nigeria, Mali dan Amerika Serikat (AS).
Ebola tidak tercatat sebagai virus mematikan yang baru ditemukan. Sudah 1.500 orang tercatat meninggal sejak ebola pertama kali ditemukan, pada 1976 di Zaire (kini Republik Kongo). Kenyataan itu memperlihatkan buruknya penyebaran Ebola saat ini.
Lebih dari 7.500 jiwa tewas kurang dari setahun, dibandingkan 1.500 orang dalam waktu 38 tahun. Ilmuwan yang pertama kali menemukan ebola, Profesor Peter Piot, mengatakan ebola menjadi epidemi karena lepas kendali.
Penanganan Ebola
Piot menegaskan bahwa penanganan ebola tidak bakal sesulit sekarang, jika ada tindakan yang lebih cepat. "Sesuatu yang mudah ditangani telah sepenuhnya lepas kendali," kata Piot, yang berhasil menghentikan penyebaran ebola, 28 tahun lalu, hanya dengan cara isolasi.
Tapi skala epidemi yang terjadi saat ini, kata dia, memperlihatkan bahwa isolasi dan perawatan yang telah berguna sebelumnya, kini tidak lagi dapat menghentikan penyebaran. Banyak pihak dinilai telah meremehkan ancaman ebola.
Terutama Badan Kesehatan Dunia (WHO), karena tidak bertindak cepat saat pertama kali Ebola terdeteksi di Guinea, yang segera diikuti dengan penyebaran cepat pada ratusan orang. Walau begitu, WHO menuding pihak lain.
Halaman Selanjutnya