Sumber :
- YouTube
Baca Juga
Dilegalkannya ganja, juga dianggap dapat mematikan perdagangan gelap, karena turunnya harga yang membuat keuntungan berkurang. Mereka juga mengklaim bahwa tembakau lebih buruk daripada ganja, dalam hal menyebabkan kecanduan.
Sementara kubu yang menentang mengatakan, negara tidak dapat terlibat dengan peredaran sesuatu yang dianggap tidak bermoral oleh mayoritas publik, serta sesuatu yang dianggap tidak sehat karena negara harus melindungi kesehatan warganya.
Mudahnya mendapatkan ganja juga akan menambah konsumsi, dan sama sekali tidak mencegah munculnya konsumen baru. Ganja juga jauh lebih buruk dari tembakau, dalam mempengaruhi kemampuan berpikir penggunanya.
Ganja menyebabkan hilangnya logika, sehingga pemakainya sulit membuat keputusan secara rasional. Sehingga mereka akan terus mengkonsumsi ganja, daripada berpikir untuk menghentikan penggunaannya.
Lebih lanjut, ganja termasuk dalam kategori obat bius yang berbahaya bagi orang lain. Penelitian juga memperlihatkan, bahwa penggunaan ganja mendorong penggunaan obat bius lain, yang mengarah pada tindakan kekerasan.
Menurut penelitian Pusat Kesehatan Otak di Universitas Texas, yang dirilis pada November lalu, disebutkan bahwa ganja memiliki dampak jangka panjang pada kerusakan otak. Penelitian dilakukan dengan membandingkan pengguna ganja, tembakau dan alkohol.
Hasilnya, tes kognitif memperlihatkan pengguna ganja memiliki IQ lebih rendah. Beberapa penelitian lain juga telah menyebutkan, bahwa ganja mempengaruhi perkembangan otak, terutama jika digunakan oleh orang-orang usia muda.
Ganja akan mengurangi kemampuan berpikir dan mengingat. Beberapa penelitian juga memperlihatkan, bahwa ganja memiliki dampak yang luas pada kesehatan mental.
Dekriminalisasi
Saat ini, ada beberapa negara yang mengijinkan kepemilikan, penjualan dan penanaman ganja, seperti Korea Utara, Uruguay dan Belanda. Pada tingkat federal AS melarang penggunaan ganja, namun dilegalkan pada beberapa negara bagian seperti Colorado, Washington, Oregon, dan Alaska.
Sementara 14 negara bagian lainnya ganja dilarang, namun tidak dianggap sebagai pelanggaran hukum. Dekriminalisasi bagi para pengguna juga dilakukan sejumlah negara lain seperti Argentina, Australia, Austria, Kamboja dan Kanada.
Beberapa negara lain adalah Kolombia, Kosta Rika, Kroasia, Denmark, Ekuador, Italia, Jamaika, Pakistan, Portugas, Spanyol, Swiss dan Ukraina. Beberapa studi mengklaim bahwa dekriminalisasi tidak menyebabkan peningkatan konsumsi.
Halaman Selanjutnya