SOROT 334

Menjegal Begal

jaguar
Sumber :
  • Polresta Depok

VIVA.co.id - Dua pria berjalan perlahan di antara pekatnya malam. Sorot mata mereka terlihat tajam, memperhatikan setiap rumah.

Saat itu, jarum jam baru menunjukan pukul delapan. Berpakaian serba hitam dengan celana jins gelap dibalut jaket kulit, langkah mereka terhenti di warung milik Pak Darsono. Letaknya di pojok suatu kompleks pemukiman di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Mereka menghampiri Darsono yang sedang sibuk merapihkan barang dagangannya.  "Ada kopi pak," tanya salah satu pria itu sambil duduk di kursi bambu di depan warung itu.

"Ada, kopi hitam atau kopi susu pak, silahkan duduk," jawab Darsono dengan sedikit perasaan curiga. "Kopi hitam dua ya pak," pesan pria itu menimpali pertanyaan Darsono.

Kopi pun terhidang dan kedua pria itu pun terlihat sangat larut dalam obrolan panjang dengan Darsono hingga tak terasa jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 11 malam.

"Tutup jam berapa pak," kata salah satu pria yang terlihat lebih aktif bertanya. "Sebentar lagi pak, mungkin sampai jam 1," jawab Darsono.

Entah kenapa, kedua pria itu sudah mulai gelisah mendengar jawaban laki-laki setengah baya tersebut. Terlihat mata keduanya saling bergantian tak henti menatap ke sebuah rumah kontrakan kecil yang berada satu rumah di samping warung Pak Darsono.

Kegelisahan kedua pria itu memudar. Tepat pukul 12 malam, dua pria dengan berkendara sepeda motor memasuki kontrakan kecil berukuran 5x3 meter.

Malam pun semakin larut dan hari mulai berganti, saat itu jam sudah menunjukan pukul 00.35 WIB, Selasa 27 Januari 2015, Pak Darsono pun ijin untuk menutup
warungnya.

Setelah membayar dua gelas kopi dan sebungkus rokok kretek yang dipesan, kedua pria itu berjalan ke arah berlawanan dari tempat mereka datang. Bersamaan dengan itu, Pak Darsono menutup warungnya dan masuk ke rumahnya yang berada tepat di belakang warung itu.

Karena sudah merasa lelah, Pak Darsono bergegas memasuki kamar tidur setelah membersihkan diri. Selimut pun ditarik tanda ia sudah bersiap untuk istirahat.

Namun, baru sekitar satu jam tertidur, sebuah suara aneh dari luar rumah membangunkan Darsono dari dari tidurnya. Ia pun bangkit dari pembaringan dan menyingkap tirai jendela kamar secara perlahan.

Sepasang mata Darsono tak henti berkedip, dari balik jendela kamarnya, ia menyaksikan ada beberapa pria termasuk dua pria yang berkunjung ke warungnya berjalan mengendap mendekati rumah kontrakan samping rumahnya.

"Jangan bergeraak... !" Suara dobrakan pintu dan teriakan agar menyerah memecah keheningan malam kampung itu.

Berselang beberapa detik kemudian, lebih dari lima orang bersenjata meringsak mendekati rumah kontrakan itu. Semuanya menggunakan pakaian serba hitam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Aplikasi Antibegal Bikinan Mahasiswa ITS
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut