- Polresta Depok
![]()
 Sejak awal 2015 sudah terjadi 42 kasus pencurian dengan kekerasan atau begal di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Foto:  ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Desa Begal
Desa 'Surga' bagi para begal. Julukan itulah yang selama ini melakat pada sebuah desa di ujung bagian barat Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Desa bernama Sasak Panjang itu berada di perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Depok atau tepatnya berada di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.
Desa Sasak Panjang adalah sebuah desa yang letaknya cukup jauh dan terpelosok. Untuk dapat sampai ke desa berhawa sejuk itu, dibutuhkan waktu perjalanan selama dua hingga tiga jam dari Kota Depok.
Sebenarnya, tak ada yang khusus dari desa yang banyak ditumbuhi rumpun bambu itu selain kios-kios penjualan suku cadang sepeda motor murah. Desa Sasak Panjang sudah terkenal sebagai lokasi pasar gelap suku cadang sepeda motor berharga murah. Ada lebih dari 10 kios suku cadang murah di desa ini.
Di desa ini, semua jenis suku cadang sepeda motor bisa ditemukan dan dibeli dengan harga murah. Mulai dari suku cadang sepeda motor keluaran tahun 80-an hingga suku cadang motor terbaru tersedia di tempat ini.
Lalu, dari mana para pedagang suku cadang sepeda motor murah di Desa Sasak Panjang mendapatkan suplai suku cadang murah itu. Jawabannya baru terungkap setelah sepasukan polisi dari Polres Kota Depok menggerebek kios-kios penjualan suku cadang itu pada Sabtu sore, 28 Februari 2015.
Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan dan menyita ribuan jenis suku cadang sepeda motor murah dari kios-kios di Desa Sasak Panjang.
Penggerebekan itu merupakan bagian dari instruksi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono yang memerintahkan pasukannya memutus mata rantai kejahatan pembegalan dimulai dari penadah alias para penjual suku cadang sepeda motor hasil kejahatan.
"Pelaku begal ini biasanya target utamanya adalah sepeda motor. Setelah itu pasti motor tersebut akan ada penadahnya. Jadi di situ akan kita putus mata rantainya," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 27 Februari 2015.
Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi beberapa kelompok pelaku pembegalan sadis yang beraksi di wilayah ibu kota. Hasil identifikasi itu menyebutkan, diketahui ada dua kelompok pembegalan sadis, yakni kelompok begal lokal dan begal Lampung.
Dari dua kelompok ini, yang selama ini paling ditakuti karena kesadisannya adalah begal kelompok Lampung. Menurut kepolisian begal kelompok Lampung dikenal cukup nekat dan mereka selalu membekali diri dengan senjata tajam dan senjata api.
Kelompok begal Lampung sangat sulit ditumpas, sebab, ada sebuah jalur regenerasi kedaerahan dan hubungan kekerabatan antara anggota kelompok begal ini. Selain itu, mereka terkenal sangat solid, karena berasal dari satu daerah yang sama di wilayah Provinsi Lampung.
Bahkan, Polda Metro Jaya selalu kesulitan setiap kali memburu pelaku begal kelompok Lampung jika mereka sudah melarikan diri dan bersembunyi di kampung halamannya.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Unggung Cahyono, bahkan harus menyiapkan pasukan khusus untuk menyerbu tempat persembunyian para pelaku begal motor yang bermarkas di Lampung.
"Kami akan kerahkan pasukan tempur untuk membantu menggerebek mereka (begal). Kami tak mau ada anggota yang jadi korban keberingasan mereka," kata Unggung.
Menurut Kapolda, kelompok Lampung menjadi sangat kuat jika sudah masuk ke kampung halamannya. Sebab, hampir seluruh warga di kampung itu berprofesi sebagai begal motor.
Unggung menuturkan, di kampung halamannya, pelaku selalu dilindungi oleh warga setempat. Tak hanya itu, di sana, mereka juga membekali diri dengan senjata api.
Setiap kali digerebek, lanjut Unggung, para pelaku selalu melakukan perlawanan. "Saya minta tolong ke Kapolda Lampung supaya tim pemburu begal dari Polda Metro Jaya dibantu Brimob saat menggerebek ke lokasi kampung tempat para begal bersembunyi," katanya.