- VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
![]()
Seorang petugas kebersihan membersihkan salah satu sudut Pasar Modern Bintaro. Foto: VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
Para pedagang di Pasar Modern Bintaro rata-rata telah berjualan sejak pasar ini beroperasi pada Juni 2011 lalu. Udin, salah seorang pedagang daging ayam mengaku mampu meraih keuntungan dari berjualan ayam di pasar ini sekitar Rp 11 juta hingga Rp 12 juta per hari.
Dia memilih Pasar Modern Bintaro karena kebersihan dan keamanan yang terjaga. Pria yang berdagang sejak pasar ini berdiri mengaku belum pernah ada pencurian atau tindak kriminal lainnya.
Sementara itu, Tika, seorang ibu rumah tangga yang juga memiliki kios di Pasar Modern Bintaro ini mengaku punya alasan khusus kenapa memilih berjualan di pasar ini. Wanita berhijab itu sudah setahun terakhir menjual pakaian bayi.
Dia menyewa kios berukuran 3 x 3 meter dengan biaya sewa per tahunnya mencapai Rp25 juta. Meski demikian, pertimbangan pasar ini dapat mudah diakses dan dekat menjadi pilihannya membuka usaha di Pasar Modern Bintaro.
Kuliner andalan
Tak semua dagangan di pasar modern ini semuanya serba mentah. Selain belanja bahan panganan, di pasar ini juga tersedia makanan atau camilan siap saji. Bicara berburu kuliner andalan di pasar ini, Pastelia bisa jadi pilihannya.
Ya, kios makanan ini khusus menyediakan camilan basah, mulai dari pastel, aneka risol, lemper, siomay, hingga bakso tahu. Disebut bisa menjadi pilihan karena camilan basah di tempat ini tak lagi hanya berisi ragout, tapi diisi chicken teriyaki, chicken cordon bleu dan black pepper.
Sandi, karyawan Pastelia, mengatakan Pastelia buka setiap hari sejak pukul 07.00 pagi hingga sore hari. Saking ramainya, kios camilan ini sudah tutup setengah hari karena camilannya habis diborong pelanggan.
Di akhir pekan seolah menjadi berkah bagi setiap pedagang di tempat ini. Tak terkecuali di Pastelia. Bila liburan tiba, omzet yang mereka peroleh bisa sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta per hari. Panganan yang paling favorit adalah siomay ayam, risol dan pastel.
Â
"Ini produk yang paling laris yang diolah Pastelia," kata Sandi.
Pelanggannya pun beragam. Mulai dari warga sekitar Bintaro hingga pelanggan mancanegara. "Banyak bule juga, punya langganan orang Filipina.Ada pengunjung yang beli siomay buat oleh-oleh ke Belanda, Tiap minggu ada bule, langganan orang Filipina," ujarnya
Dalam sehari, Sandi mengaku Pastelia menghabiskan lebih dari 200 potong risol dengan empat varian rasa. Sedangkan untuk siomay per harinya bisa menghabiskan 500 potong. Harga yang ditawarkan bervariasi, sekitar Rp4.500 hingga Rp6.500.