SOROT 335

Pasar Santa, Pasar untuk Semua

Suasana di salah satu sudut Pasar Santa
Sumber :
  • VIVA.co.id/Tasya Paramitha

Salah satu yang patut dicicipi ialah kebab daging di kios Kebab & Co. Kebab homemade ini seluruh bahannya dibuat sendiri oleh sang pemilik. Cita rasanya tak kalah dengan kebab-kebab lain, dilengkapi daun ketumbar yang memberikan sensasi unik.

Tepat di depan tangga utama ketika baru menapak di lantai dua ini, ada kios bernama DOG. Perlu antre untuk bisa menikmati sajian hot dog yaitu roti isi sosis dengan siraman berbagai saus lezat ini. Uniknya adalah hot dog yang ditawarkan dibuat menggunakan roti berwarna hitam pekat. Warna tersebut diperoleh dari wijen hitam yang digunakan sebagai bahan pembuat rotinya.

Ada pula kios bernama Papricano, kantin ala Meksiko yang menawarkan sederet kuliner khas negeri topi sombrero seperti burrito, taco, quesadilla, taquito, dan nacho. Kios yang didesain menarik dengan gambar motif warna-warni dan ornamen khas Meksiko ini terletak agak tersembunyi di samping pasar.

Beralih ke Asia, kuliner negeri yang terkenal dengan industri K-Pop pun tersedia di sini. Ialah Bbo Bbo Kogi, kios yang menjual sejumlah hidangan daging barbekyu khas Korea yaitu striploin, bulgogi, chadol baki, dan lidah sapi. Tak kalah dengan restoran mewah Korea, di sini pengunjung juga dapat memasak daging sendiri menggunakan panggangan khusus dan menikmatinya bersama kimchi.

Ada beberapa kios yang menawarkan hidangan berbahan dasar tepung dan daging gurita asal Jepang. Harganya pun sangat terjangkau yaitu Rp15 ribu untuk takoyaki dan Rp30 ribu untuk okonomiyaki. Walaupun terbilang murah, namun topping yang digunakan begitu banyak mulai dari mayones hingga katsuboshi atau daging ikan cakalang kering.

img_title Serunya Kuliner di Pasar Modern BSD City

Suasana di salah satu sudut Pasar Santa
Suasana salah salah satu kedai makanan di Pasar Santa, Jakarta. Foto: VIVA.co.id/Tasya Paramitha

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi jangan salah, kios yang menjajakan kuliner lokal pun menjamur seperti lauk pauk khas warung nasi, jajanan pasar, mi ayam hingga nasi khas Bali. Kuliner lokal yang cukup populer di sini ialah kreasi ketan yang disajikan dengan serundeng manis, kuah duren, atau kelapa susu wijen yang dijual dengan harga mulai dari Rp5.000.

Penggemar hidangan penutup juga dijamin akan meneteskan air liur ketika berkunjung ke sini. Mulai dari waffle, crème brûlée, es krim hingga es cendol durian akan memuaskan selera makan Anda.

"Sejak pertama kali ke sini sudah jatuh hati. Di sini mau mencari apapun pasti ada," ujar Ardi, pegunjung Pasar Santa.

Ia mengaku telah beberapa kali berkunjung ke daerah Santa bersama teman-temannya. Meski begitu, ia baru berkunjung sejak Pasar Santa sejak ramai diberitakan di media.

"Ke sini pasti untuk makan, ngopi dan nongkrong bareng teman. Sudah bosan juga ke mal soalnya," kata Ardi.

Kios-kios makanan umumnya tutup pada hari Senin dan Selasa karena akhir pekan selalu ramai pengunjung. Untuk jam bukanya berbeda tiap kios.

Dilema

Hukum besi kapitalisme pun bekerja. Keramaian Pasar Santa mengundang sejumlah pemain kuat datang untuk menyewa kios di pasar yang cuma tiga lantai ini.

Zonasi lantai mulai terganggu. Zonasi resmi adalah lantai bawah tanah untuk pedagang kebutuhan pokok, daging dan sayur. Lantai dasar atau tengah, untuk pedagang kelontong. Di atasnya, lantai 1 atau kadang disebut lantai 2, untuk pusat makanan.

Namun, sejak awal 2015, sejumlah kios makanan baru muncul di lantai bawah tanah dan dasar. Maklum, lantai yang untuk food court sudah penuh. Kios-kios pedagang sayur pun beralih fungsi menjadi kios makanan. Harga sewa pun membubung naik, lebih dari 100 persen. Para pedagang sayur dan kebutuhan pokok kesulitan membayar nilai sewa yang melonjak tinggi.

“Sewa saya akan dinaikkan dari Rp10 juta menjadi Rp25 juta. Bayangkan, naiknya 100 persen lebih. Saya ini pedagang kecil, kenaikan segitu saya tak sanggup,” kata salah seorang pedagang sayur, Jumat 18 Februari 2015.

17 Februari lalu, sebuah petisi pun dilancarkan di situs Change.org, mendesak pemerintah melindungi para pedagang lama. Petisi “Lindungi Pasar Santa” ini mendesak PD Pasar Jaya untuk mengambil alih kios dan menyewakannya secara wajar kepada pedagang lama.

Dan gerakan ini bukan dimotori para pedagang lama. Anak-anak muda di lantai dua ini juga yang menggalang gerakan bertanda pagar #SustainableSanta, sebuah gerakan untuk tidak takluk pada hukum besi kapitalisme. Sebuah gerakan Pasar Santa untuk semua, tanpa mengalahkan pedagang lama yang tak kuasa bersaing dengan pedagang baru yang bisa membayar lebih besar. Semoga. [aba]

img_title Asyiknya Kongko di Pasar Modern Bintaro
Suasana di salah satu sudut Pasar PIK

Pasar PIK: Tempat Belanja Bernuansa Singapura

Suasananya dibuat semirip kawasan belanja Orchard Road.

img_title
VIVA.co.id
14 Maret 2015
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut