SOROT 341

Insan Sepakbola Merana

Kantor PSSI di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA/Hafidz Mubarak A.



Selain Persib, kecemasan yang sama dialami Persipura yang sama-sama berlaga di AFC Cup. Sehingga kisruh ini sedikit banyak akan mempengaruhi konsentrasi, tidak hanya para pemain tapi juga seluruh unsur di klub.

"Ini menyangkut kehidupan orang banyak. Ini menyangkut kelangsungan klub, pemain, pelatih, ofisial, dan para sponsor," kata Sekretaris Persipura Jayapura, Rocky Bebena, saat dihubungi VIVA.co.id.

Sementara itu, Anggota Exco PSSI, La Siya, mengaku mendapat sebuah pesan singkat dari salah satu petinggi militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait tawaran untuk Persipura jika tidak bisa berlaga di Piala AFC. OPM mengajak tim Mutiara Hitam untuk "hijrah" ke negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan, yaitu Republik Vanuatu. Menurut La Siya, setiap isu yang merugikan masyarakat Papua, sudah pasti akan menjadi makanan empuk bagi OPM untuk memunculkan wacana kemerdekaan.

"Kakak Tuan yang terhormat, kalau Persipura tidak bisa main di tingkat internasional, melalui PSSI/Indonesia karena dibekukan Menpora, Kakak tidak usah pusing-pusing, Persipura bisa ikut kompetisi di Vanuatu, Pasifik Selatan melalui jasa baik tuan-tuan seperjuangan di Vanuatu. Salam perjuangan Kolonel DPM OPM LA," ujar La Siya saat membacakan sms yang didapatnya di depan wartawan di kantor PSSI, Rabu 22 April 2015.

"Jadi, efek yaitu kalau sampai banned FIFA turun, otomatis Persipura tidak ikut pertandingan AFC. Karena sepakbola itu harkat dan martabat orang Papua, inilah yang akan terjadi. Sebab, setiap isu yang merugikan Republik ini, yang menyangkut Papua itu cepat diambil," tambahnya.

Ancaman yang sama juga disampaikan Presiden Pusamania Borneo FC, Nabil Husein. Dia sudah muak dengan segala polemik yang ada sehingga mengancam akan memboyong timnya bermain di kompetisi negara lain jika situasi tidak segera membaik.

"Apabila sampai akhir Mei tidak jalan, PBFC siap angkat kaki dari ISL. Mohon maaf kepada seluruh fans dan masyarakat. Semoga kalian bisa mengerti. Wasted time and wasted money untuk liga tidak jelas. Saya kecewa sekali," tulis Nabil dalam akun Twitter pribadinya.

Sepertinya, kejengahan yang dialami Nabil merupakan akumulasi dari kegundahannya selama ini. Karena seperti diketahui, kompetisi elite di tanah air itu sudah beberapa kali mengalami pengunduran jadwal.

Jika dilihat dari segi bisnis, tentu saja itu merugikan seluruh klub peserta. "Mereka (Menpora) harus memikirkan klub bagaimana soal finansial juga. Berikan solusi juga seharusnya," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Desktop Seukuran Kotak Sepatu Ini Dibekali Superchip Nvidia, Data Pribadi Diklaim Aman
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut