- ANTARA/Hafidz Mubarak A.
![]()
Ribuan Jakmania memberi semangat kepada Persija ketika menghadapi Persipura di Stadion GBK, Jakarta. Foto: VIVA.co.id/Nurcholis Anhari Lubis
Agenda Timnas Terancam Berantakan
Selain kompetisi yang terancam berantakan, yang lebih genting lagi adalah, kisruh ini juga membuat sanksi FIFA berpeluan dijatuhkan karena dianggap ada intervensi dari pemerintah. Alhasil, sepakbola Indonesia akan dikucilkan di dunia internasional.
Jika itu yang terjadi, maka agenda Timnas Indonesia dalam beberapa bulan ke depan pun terancam berantakan. Padahal, ada tiga agenda penting yang akan dilakoni Timnas U-23, Timnas U-16 dan Timnas Indonesia senior.
Timnas U-23 akan tampil di ajang SEA Games 2015 di Singapura pada Juni mendatang. Timnas U-16 akan tampil di Piala AFF U-16 2015. Sedangkan Timnas senior akan tampil di Pra Piala Dunia 2018.
Berdasarkan surat dari Kemenpora, Pemerintah akan membentuk tim transisi yang mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai dengan kepengurusan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA. Persiapan timnas untuk SEA Games 2015 pun akan diambil alih oleh KONI, KOI, dan pemerintah.
Namun, rencana Pemerintah itu bisa saja berantakan. Hal itu jika FIFA menganggap apa yang dilakukan Kemenpora sebagai bentuk intervensi. Jika FIFA menjatuhkan sanksi, Indonesia dilarang tampil di semua laga internasional termasuk SEA Games dan Pra Piala Dunia.
Di SEA Games nanti, Indonesia sebenarnya punya peluang yang cukup bagus. Garuda Muda tergabung di Grup A bersama Singapura, Myanmar, Filipina, dan Kamboja. SEA Games ini akan berlangsung di Singapura pada 29 Mei hingga 15 Juni 2015.
Indonesia yang tergabung di Grup A bisa saja dicoret jika benar FIFA menjatuhkan sanksinya. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Federasi Sepakbola Vietnam (VFF), Le Hoai Anh.
"Jika FIFA menjatuhkan sanksi, maka Indonesia akan dilarang tampil di turnamen. Jika Indonesia terkena sanksi, Federasi Sepakbola Asean (AFF) akan mengambil keputusan tentang jadwal sepakbola di SEA Games atau juga kualifikasi Piala Dunia," katanya seperti dilansir The Thao Van Hoa.
Hal ini juga pernah dirasakan negara ASEAN lainnya, Brunei Darussalam. Ketika itu, Brunei gagal tampil di SEA Games 2009 di Laos karena mendapatkan sanksi dua tahun dari FIFA.
Bintang Timnas U-23 asal Persebaya, Evan Dimas Darmono, pun berharap agar konflik ini tak memuncak dan tidak membuat sepakbola Indonesia dijatuhi sanksi FIFA. "Ada baiknya segera disudahi demi kepentingan banyak pihak," katanya.
Menurutnya, jika sepakbola di Indonesia berkonflik terus, tidak baik untuk pembinaan dan prestasi. Apalagi, saat ini Timnas Indonesia U-23 tengah bersiap untuk menghadapi ajang SEA Games 2015 Singapura.
"Pesepakbola Indonesia ingin meraih prestasi di event tersebut demi masyarakat. Sebab, sudah lama sekali Indonesia tidak meraih emas di ajang SEA Games," beber Evan.
"Karena itu, harapan saya setelah KLB PSSI berakhir, sepakbola Indonesia menjadi lebih baik lagi. Lebih maju dan tidak ruwet. Selain itu, tidak ada lagi ribut-ribut," katanya.
Sementara itu, agenda Timnas lainnya yang bakal berantakan adalah rencana Timnas U-16 tampil di Piala AFF U-16. Ajang yang mempertemukan negara-negara di Asia Tenggara tersebut bakal digelar di Solo, Juli-Agustus 2015. Jelang ajang itu, Timnas U-16 punya bekal bagus dengan menekuk Jepang 2-1 di laga ujicoba, beberapa waktu lalu.
Agenda lain yang terancam berantakan adalah Pra Piala Dunia 2018. Indonesia tergabung di grup yang lumayan berat di Grup F bersama Irak, Vietnam, Thailand, dan Taiwan. Meski berat, Indonesia sebenarnya berpeluang lolos ke babak kedua. Atau setidaknya lolos ke Piala Asia 2019, karena babak kualifikasi Piala Dunia juga jadi ajang kualifikasi Piala Asia 2019. (one)