- ANTARA/Hafidz Mubarak A.
![]()
Bisnis Terganggu
Jika FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, selain ancaman terkena imbas negatif di kompetisi antarklub Asia, ada hal lain yang berpotensi dikhawatirkan Persib. Yaitu, ancaman bakal berantakannya kerja sama sponsor dengan sejumlah perusahaan.
Musim ini, Persib jadi klub terdepan dalam urusan menggaet sponsor. Total, ada 16 produk atau perusahaan yang menjalin kerja sama dengan Maung Bandung, 11 brand di antaranya terpampang di kostum Persib.
Artinya, dana segar belasan miliar rupiah yang sebelumnya dipastikan masuk ke kas Persib terancam harus dikembalikan jika tak ada kejelasan masa depan kompetisi dan nasib Persib itu sendiri. Persib selama ini memang dikenal sebagai klub di Indonesia yang memiliki daya tarik cukup hebat di mata sponsor.
Direktur Marketing dan Promosi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan, tidak menampik bahwa pihaknya saat ini diliputi rasa khawatir bakal terdampak keputusan Kemenpora yang membekukan PSSI. Farhan menyayangkan situasi kurang kondusif yang dalam beberapa tahun terakhir terjadi di sepakbola Indonesia.
"Sangat disayangkan saja, di saat industri sepakbola di Indonesia mulai menggeliat selalu terjadi kekisruhan di tingkat organisasi," ungkap Farhan.
Selain khawatir ada sponsor yang mundur, atau membatalkan kerja sama, Farhan pun was-was upaya pendekatan kepada calon sponsor Persib yang saat ini dilakukan pihaknya akan berantakan karena situasi yang terjadi.
"Tentu, bagi kami ada kekhawatiran dari sisi bisnis. Sebab, sponsor itu kan sifatnya harus dilayani. Ketika situasinya seperti sekarang, sponsor pun pasti akan mempertanyakan. Termasuk, calon sponsor yang tadinya mau masuk mungkin akan berpikir dua kali," katanya.
Keputusan Menpora yang menyatakan akan mengalihkan pengelolaan kompetisi kepada KONI juga tidak terlalu dianggap antusias oleh Farhan. Hal itu, dikhawatirkan Farhan, justru akan menimbulkan banyak masalah.
"Saya sangsi dan ragu. Yang pertama harus dilihat tentu saja kapasitas KONI itu sendiri. Apakah mereka cukup berpengalaman mengelola sepakbola? Apalagi, ini kan kompetisi profesional. Saya khawatir malah jadi berantakan nantinya," ungkap Farhan.
Dampak lain yang diprediksi Farhan adalah potensi larinya sponsor utama kompetisi Qatar National Bank (QNB). Menurut dia, ada beberapa poin penting yang harus diketahui terkait kerja sama sponsorship.
"Pihak sponsor (QNB) pastinya hanya tahu kalau mereka itu bekerja sama dengan PSSI, bukan KONI dan KOI. Jadi dampaknya secara bisnis juga, pastinya akan sangat rumit," sambungnya.